Nyabu, Kader PDIP Pamekasan Ditangkap Kodim

MALANG POST - DPC PDI Perjuangan Pamekasan, segera mengusulkan status salah satu pengurus yang ditangkap Kodim 0826 Pamekasan, setelah kedapatan konsumsi narkoba jenis sabu.
"Ketika berita ini kami dengar, pertama kami langsung koordinasi dengan pihak Kodim untuk memastikan A1 penangkapan. Kemarin jam 9 sudah kami datangi, dan pak Juanda sudah ada di tahanan Kodim," kata Saiful Bahri, Ketua DPC PDI Perjuangan Pamekasan, Senin (27/4/2015).
Setelah memastikan keberadaan wakil ketua Bidang Maritim dan Kelautan DPC PDI Perjuangan itu, pihaknya langsung menginstruksikan kepada seluruh pengurus untuk menggelar rapat. "Rapat sudah kita gelar hari ini, setelah 24 jam info kami terima dan segera kita respon dengan rapat terkait status personel (pengurus) ini," imbuhnya.
Dijelaskan, sebelum mengadakan rapat, pihaknya mengaku sudah melakukan koordinasi dengan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur. "Pastinya pihak DPD sudah melakukan koordinasi dengan DPP. Sebab landasan keputusan ini dari DPP melalui DPC," jelasnya.
"Keputusan kami, di forum ini adalah mengusulkan untuk menon aktifkan yang bersangkutan ke DPP. Jadi sifatnya ini bukan DPC yang memutuskan, tapi dari DPP. Sebab semua keputusan terkait kepengurusan di PDI Perjuangan itu dari pusat," ungkapnya.
Lebih lanjut ditegaskan, keputusan tersebut memang tidak pandang bulu terhadap semua pengurus partai. Baik mulai dari tingkat pusat hingga ranting. "Kalau ada personel yang melanggar AD/ART, maka DPP dengan tegas akan menjatuhkan sanksi. Terkait sanksi apa yang akan diberikan kepada personel kami, kami belum tahu," tegasnya.
Namun demikian, pihaknya tetap mengupayakan untuk melakukan pembelaan hukum dan pastinya melalui koordinasi dengan pihak DPD Jatim. "Bagaimanapun mas Juanda, merupakan kader yang sudah banyak menyumbangkan pemikiran, tenaga dan lain sebagainya kepada partai. Untuk itu kami akan perjuangkan dan akan kami sampaikan ke DPD," pungkasnya.
Juanda ditangkap anggota Kodim Pamekasan, di Desa Bandaran, Kecamatan Tlanakan, pada Minggu (26/4/2015), dan langsung dibawa ke Markas Kodim Pamekasan. (jpnn/bj/udi)