Porlestabes Surabaya Ungkap 143 Kasus 3C dan 183 Tersangka

SURABAYA- Motivasi kinerja Crime Hunter Satresktrim seluruh Polsek di Surabaya, satu bulan belakangan, begitu menggeliat. Kondisi ini tidak lepas dari pelaksanaan lomba pengungkapan kasus 3C (Curat, Curas, Curanmor) yang digagas Kapolrestabes Surabaya beserta Polsek jajaran.
Hasilnya, Porlestabes Surabaya mulai 7 Maret 2015 hingga 7 April 2015 berhasil mengungkap 143 kasus C3 dan mengamankan 183 tersangka 3C. Tidak itu saja, Polrestabes juga berhasil mengamankan 207 jenis barang bukti. ‘’Kenapa kejahatan 3C yang harus dilombakan? Karena kasus 3C ini merupakan atensi utama kita,’’ kata Kombes Pol Yan Fitri Halimansyah, Kapolrestabes Surabaya usai memberi penghargaan ke Polsek-Polsek se Surabaya di Mapolrestabes Surabaya, Senin (27/4).
Dari data yang dihimpun Malang Post menunjukkan, 144 kasus 3C yang diungkapkan antara lain 78 kasus Curat (pencurian dan pemberatan), 40 kasus Curas (pencurian dan pemerasan) dan 26 Curanmor (pencurian kendaraan bermotor). Sesuai tingkatan kasusnya, tersangka kasus Curat paling banyak diamankan sebanyak 94 orang. Kemudian kasus Curas 54 orang dan kasus Curanmor berhasil diamankan 35 tersangka.
Meski paling sedikit tersangkanya, jajaran Polsek se Polrestabes Surabaya mampu mengamankan barang bukti 36 unit motor. Atau sama dengan satu kasus Curanmor didapat satu barang bukti motor. ‘’Barang bukti yang diamankan cukup banyak adalah besi yaitu 171 lonjor. Sedang HP-nya hanya 10 unit dan uang diamankan sebesar Rp 25,5 juta,’’ papar Yan dengan menyebutkan, ada pula berlian yang diamankan sebagai barang bukti.
Dari hasil penilaian selama sebulan, kinerja Polsek yang terbaik atau juaranya adalah untuk Polsek tipe A diraih Polsek Wonokromo, Polsek tipe B diraih Polsek Mulyorejo dan Polsek tipe C disabet Polsek Pakal. ‘’Sebenarnya, semua tipe Polsek di Surabaya adalah sama yaitu Polsek urban dengan menempatkan seorang Kapolsek berpangkat Kompol (Komisaris Polisi). Tetapi, karena tingkat kerawanan kejahatan di masing-masing wilayah tidak sama, maka lomba diukur bedasarkan tipe polseknya,’’ kata Yan.
Dikatakan Yan, secara teknis tujuan diadakan lomba adalah ingin memberi pengamanan maksimal kepada warga Surabaya. Tetapi, partisipasi warga Surabaya tetap diharapkan untuk bersama memberantas kejahatan di Surabaya.
‘’Kita tidak mungkin bekerja sendirian dan harus ada bantuan serta partisipasi masyarakat. Kita harapkan masyarakat juga ikut berhati-hati dan aktif melaporkan setiap melihat kejadian di sekitarnya,’’ ungkap Yan.
Dalam acara Senin kemarin, selain diserahkan piagam kepada para Polsek yang meraih juara diserahkan juga punishment (hukuman) untuk Polsek yang prestasinya buruk. Bentuknya, mereka diberi hadiah kaos warna hitam dengan tulisan ‘’Kami Lemah’’. (has/udi)