Residivis Begal Sadis Ditembak Polisi

Moh Ali Muchtar, satu dari empat kawanan perampok sadis ditembak kakinya karena kabur saat akan ditangkap.

KEPANJEN – Moh Ali Muchtar, 38 tahun warga Dusun Sumberagung, Desa Kedok, Kecamatan Turen tidak pernah kapok merasakan dinginnya tahanan. Dua kali pernah ditangkap karena mencuri sepeda motor, kemarin, dia kembali ditangkap dan ditembak kaki kanannya karena berusaha kabur saat akan ditangkap dirumahnya.
Ali Muchtar merupakan satu dari empat kawanan pelaku yang beraksi di rumah Kasiyem, 60 tahun warga Dusun Sumberbende, Desa Argotirto, Kecamatan Sumbermanjing Wetan pada 20 Maret lalu. Dalam kejadian itu, korban mengalami luka lebam dan harus merelakan perhiasan serta uang yang disimpan di lemari di gasak para perampok.
Dia mengaku terlibat dalam perampokan di rumah Kasiyem. Hanya saja, tidak sampai melakukan pemukulan atau mengikat tangan korban setelah berhasil masuk ke dalam rumah.
“Saya memang masuk ke dalam kamar korban. Tapi, tidak sampai memukul atau mengikatnya. Dalam kejadian, saya beraksi dengan Bokir dan berhasil membawa uang serta gelang,” ujar Ali kepada penyidik.
Dari hasil perampokan itu, tambah tersangka, dirinya mendapatkan bagian gelang milik korban. Hanya saja, perhiasan itu tidak laku dijual karena bukan perhiasan emas. “Ini gelangnya bukan emas. Makanya masih ada hingga sekarang,” ungkap tersangka seraya menunjukkan gelang hasil rampokan.
Usai merampok di Sumbermanjing Wetan juga melakukan aksi begal di Turen. Dalam aksi tersebut, dirinya sebagai joki dan beraksi bersama Darsono.
“Setelah merampok, tidak lama itu saya merampas tas pengendara motor di kawasan Jalan Raya Turen. Waktu itu, berhasil mendapat HP dan uang Rp 50 ribu,” lanjutnya.
Disinggung mengenai keluar-masuk tahanan, Ali mengaku, sudah kali ke tiga ini berurusan dengan polisi. Aksi pertama dan ke dua, adalah pencurian sepeda motor, yang membuatnya kemudian ditahan.
“Tahun 2009 saya ditahan karena mencuri sepeda motor. Lalu, pada tahun 2011 kembali di tahan karena perkara sama. Hanya saja, waktu itu juga ditembak di kaki kanan seperti sekarang ini,” imbuhnya. (sit/aim)