Nasib Lukito Tunggu Kejaksaan

Lukito Eko Purwandono saat menghadiri panggilan penyidik Reskrim Polres Malang.

Kasus Perzinahan
MALANG – Penyidik Reskrim Polres Malang, tinggal menunggu keputusan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepanjen, terkait dugaan kasus perzinahan yang dilakukan Lukito Eko Purwandono. Jika Kejari Kepanjen sudah menyatakan berkasnya lengkap (P21), maka perkara anggota DPRD Kabupaten Malang tersebut segera memasuki babak baru.
Paling tidak, dalam waktu satu sampai dua hari ini sudah ada keputusan dari Kejari Kepanjen. Mengingat saat ini, sudah mendekati waktu 14 hari sejak berkas perkara Lukito dilimpahkan, pada pertengahan April lalu. Jadwal Kejari Kepanjen memeriksa berkas perkara adalah 14 hari.
“Kemungkinan Senin depan, Kejari sudah memberikan keputusan. Jika berkas dianggap kurang lengkap, Kejari harus mengembalikan kepada kami (penyidik Reskrim, red) sebelum batas waktu 14 hari untuk dilengkapi,” terang Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat.
Namun, Wahyu meyakini bahwa berkas perkara Lukito diyakini sudah lengkap. Sebab sebelumnya Kejari sempat mengembalikan berkas perkara (P19) untuk dilengkapi. Setelah dilengkapi, berkas kembali diserahkan ke Kejari Kepanjen.
“Jika keputusannya nanti berkas dianggap sudah lengkap dan sempura (P21), maka penyidik akan segera memanggil kedua tersangka (Lukito Eko Purwandono dan Itje Permatasari) untuk menghadap ke Polres Malang. Setelah itu, keduanya akan kami limpahkan ke Kejari Kepanjen,” jelas mantan Kasatreskrim Polres Tuban ini.
Sekadar diketahui, kasus perzinahan ini, mencuat pada akhir tahun 2014 lalu. Politisi Partai Nasdem tersebut dilaporkan selingkuh oleh pengusaha Sukma Raharja. Lukito, dilaporkan selingkuh dengan istri Sukma Raharja bernama Itje permatasari.  Perselingkuhan dilaporkan jauh hari sebelum Lukito menjabat sebagai anggota dewan. Tepatnya, saat dirinya mencalonkan diri sebagai calon legislatif (Caleg) DPRD Kabupaten Malang lalu.
Atas kasus perzinahan tersebut, baik Lukito maupun Itje sama-sama dijerat dengan pasal 284 KUHP, tentang perzinahan. Kendati sudah menjadi tersangka, namun mereka tidak ditahan karena ancaman hukuman hanya sembilan bulan penjara. (agp/feb)