Butuh Uang, Satpam Hantam Kepala Mahasiswi Sampai Telinganya Putus

MALANG – Entah apa yang dipikirkan Andriyanto (Iy), 21 tahun, petugas keamanan salah satu kost-kostan di Jl Siguragura, Kerangbesuki, Sukun, Kota Malang. Warga Desa Patokpicis, Wajak, Kabupaten Malang ini tega memukul kepala seorang mahasiswi, Galuh Indriandini (Gh) untuk meminta uang Rp 3 juta.
Berdasarkan keterangan polisi, Selasa (28/4/15) dini hari lalu, Galuh tengah sibuk mengerjakan tugas kuliah di ruang tamu kost-kostan tempat Andriyanto bekerja. Tiba-tiba, Galuh didatangi Andriyanto. Kepala bagian belakang Galuh langsung dihantam pakai keramik. Setelah dipukul, Andriyanto langsung memaksa Galuh memberikan uang Rp 3 juta kepadanya.
Galuh tidak bisa berkutik. Kepalanya kena hantaman keramik setebal 2 centimeter itu lima sampai enam kali. Galuh menawarkan laptopnya ke Andriyanto, namun Andrianto menolak. "Laptop ini mahal, bisa dijual. Kalau uang saya tidak punya," kata Kapolsek Sukun Kompol Sutantyo menirukan Galuh saat menghadapi Andriyanto, di Mapolsek Sukun, kemarin (2/5/15).
Andriyanto tetap menolak. Pria yang baru dua minggu bekerja di kostan itu, tetap memaksa Galuh memberikan uangnya. Akhirnya, Galuh berteriak minta tolong kepada teman-teman kostnya. "Namun, saat teman kostnya datang, tersangka malah mengatakan kepada teman korban kalau si korban kesurupan," tampa Sutantyo.
Andriyanto saat itu masih sempat mandi dan ganti pakaian. Dia juga memaksa bapak kost di sana memberikan kunci lemari, tempat ijazahnya disimpan.  Baru setelah itu, dia pulang dan tidak kembali.
Galuh langsung melapor ke Polsek Sukun. Kemudian, sejumlah petugas Polsek langsung melakukan pengejaran tersangka di rumah desa tempat tinggalnya. Andriyanto tertangkap Rabu (29/4/15) sore, saat berada di rumah temannya. "Tersangka sempat lari, namun berhasil kami tangkap.  Untuk sementara, tersangka menjadi tahanan Polsek Sukun," tambahnya.
Berdasarkan keterangan tersangka yang digali polisi, uang sebesar Rp 3 juta yang diminta tersangka kepada korban rencananya digunakan untuk membayar hutang tersangka. Saat bekerja sebagai Satpam di kost-kostan sebelumnya, Adriyanto berhutang ke majikannya Rp 3 juta. Sampai saat ini, hutang tersebut belum dibayar.
Sedangkan saat ini, Galuh masih dalam kondisi kritis. Keterangan dokter, Galuh menderita geger otak ringan. Sementara telinga kanannya putus. "Akibat perbuatannya, tersangka dijerat KUHP pasal 351 tentang penganiayaan dengan ancaman 9 tahun penjara," pungkas Sutantyo. (erz)