Kado Hardiknas, SDN Mulyorejo Digasak Maling

MALANG - SDN Mulyorejo 3 mendapatkan “kado” mengejutkan di Hari Pendidikan Nasional. Kado yang diraih bukan pretasi akdemik atau non akademik, tapi sekolah yang berada di Jalan Raya Mulyorejo 25, Sukun, Kota Malang ini, Sabtu (2/5) dini hari kemarin, dibobol Maling.
Kawanan maling itu berhasil menggondol barang-barang berharga milik sekolah antara lain, tiga layar LCD, dua buah perangkat dalam PC, sebuah LCD Projector, sebuah kamera digital, serta uang tunai milik sekolah senilai Rp 700 ribu. Total kerugian yang di derita sekolah mencapai lebih dari Rp 24 juta.
"Pukul 08.15 WIB polisi datang dan melakukan olah TKP. Beberapa barang di lokasi hilang, total sekitar Rp 24 juta," kata Kepala SDN Mulyorejo 3, Masburi kepada Malang Post saat ditemui di lokasi kejadian.
Peristiwa ini pertama kali diketahui Rupiati (51), petugas kebersihan di sekolah itu. Saat ingin membersihkan ruang kepala sekolah dan tata usaha (TU) sekitar pukul 06.00 WIB. Ia kaget, ketika menemukan seisi ruangan berantakan. Saat diperiksa, banyak barang hilang. Mengetahui itu, Rupiati langsung menelepon Kepala  SDN Mulyorejo 3, Masburi (54).
Masburi terkejut mendengar kabar buruk itu. Sekitar pukul 07.00 WIB, dia datang ke sekolah bersama beberapa guru lainnya. Pihak sekolah, langsung melaporkannya ke Polsek Sukun. dalam PC, sebuah LCD Projector, sebuah kamera digital, serta uang tunai milik sekolah senilai Rp 700 ribu.
”Pelaku masuk melalui jendela di timur ruangan dengan merusak penyanggah jendela. Diduga, pelaku ini masuk melalui gerbang timur sekolah yang berbatasan langsung dengan pemukiman warga,” terangnya.
Ditambahkannya, bagian timur sekolah bersinggungan langsung dengan rumah petugas keamanan sekolah, Dwi. Keterangan dari Dwi yang disampaikan Masburi, kemarin dini hari, sekitar pukul 01.30 WIB, Dwi yang berjaga di rumahnya (dekat gerbang timur), melihat ada dua orang, pria dan wanita, sedang tampak kebingungan.
Dwi menghampiri kedua orang tersebut. Dia bermaksud untuk menolong. Tapi saat Dwi bertanya, si wanita malah memarahinya. Dwi akhirnya kembali lagi ke rumahnya. "Setelah itu tidak tahu lagi. Baru tahu lagi waktu dihubungi petugas kebersihan (Rupiati)," tegas Masburi.
Dia menyangka, ada kemungkinan para pelaku ini sduah mengincar ruangannya sejak lama.
Sampai saat ini, polisi masih memintai keterangan saksi mata. Masih belum bisa dipastikan, siapa pelaku dari peristiwa ini. (erz/aim)