Siswi SMPN 7 Tersambar KA Gajayana

MALANG – Lintasan kereta api di Jalan Gadang Gg 12 Kota Malang   meminta tumbal. Kemarin, seorang siswi SMPN 7 Malang, Alifia Fahmapratiwi,  14 tahun, warga Jalan Mergosono Gg 9 RT03 RW01, Kelurahan Mergosono, tewas setelah tersambar KA Gajayana jurusan Jakarta-Malang.
Korban tewas dengan kondisi sangat mengenaskan. Oleh warga, dan petugas Polsekta Sukun jenazah korban langsung dievakuasi, selanjutnya dibawa ke kamar jenazah RSSA Malang untuk dilakukan visum et repertum.
Arif Purnomo, 72 tahun, kakek korban, menuturkan  pagi itu sekitar pukul 08.00 WIB, korban pamit untuk pergi bersama teman-temannya. Saat itu  Arif sempat tidak memperbolehkan. Selain meminta korban melakukan pekerjaan rumah, juga khawatir karena Fahma begitu siswa kelas VIII SMPN 7 Malang ini dipanggil tidak pernah jalan-jalan sendirian. “Tadi pamit, tapi tidak saya perbolehkan. Khawatir, jika terjadi apa-apa di jalan,’’ paparnya.
Tanpa sepengetahuan Arif, ternyata Fahma memilih tetap keluar dengan teman-temannya. Dia hanya pamit kepada Muriyati, tetangganya akan pergi ke Taman Rekreasi Kota  (Tarekot) di belakang Balaikota Malang.  Seketika itu juga Arif merasa khawatir. Terlebih beberapa saat kemudian,  seorang warga memberitahunya jika cucunya kecelakaan.
 “Tadi hanya dikasih tahu kalau cucu saya terserempet kereta,’’ katanya,seraya langsung ke TKP kemudian bersama petugas  Polsekta Sukun dan  warga membawa jenazah Fahma ke kamar jenazah RSSA Malang. “Dia itu tidak pernah pergi sendiri. Biasanya saya antar kemana-mana,’’ kata Arif yang mengatakan, sejak orang tuanya bercerai, Fahma hidup bersamanya di Jalan Mergosono Gg 9 B.
Sementara informasi lain menyebutkan, Alifia terserempet KA setelah didorong oleh orang tak dikenal. Informasi tersebut kemudian langsung diselidiki oleh petugas Polres Malang Kota yang menangani kasus ini. Bahkan, untuk membuktikan apakah terjadi aksi dorong terhadap korban, petugas pun langsung memeriksa para saksi, tidak terkecuali tiga orang yang saat itu bersama korban. “Kasusnya kami limpahkan ke Polres Malang Kota. Sekarang semua saksinya masih dimintai keterangan,’’ kata Kapolsekta Sukun Kompol Sutantyo.  (ira/nug)