Putusan Sela Tipikor, Tolak Esepsi Ferri

Ferri Misbahul Hakim, saat menghadiri panggilan penyidik Polres Malang, dan sebelum dinonaktifkan jadi Kades.

MALANG – Ingat dengan kasus dugaan korupsi yang dilakukan Kepala Desa (Kades) Tawangargo, Kecamatan Karangploso, Ferri Misbahul Hakim. Kasusnya ternyata sudah masuk di Pengadilan Tipikor Surabaya. Bahkan, Ferri sudah beberapa kali menjalani persidangan.
Pernyataan ini disampaikan oleh Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Kepanjen, Yunianto kepada Malang Post kemarin. Ia mengatakan kalau Ferri sudah empat kali menjalani masa sidang. Jumat (8/5) nanti, adalah sidang kelimanya dengan agenda pemeriksaan saksi.
“Kasusnya sudah masuk persidangan di Pengadilan Tipikor Surabaya. Jumat nanti agendanya adalah mendengarkan keterangan saksi-saksi,” ujar Yunianto.
Dijelaskannya, sidang agenda pertama adalah pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Kemudian dilanjutkan sidang kedua dengan agenda esepsi, lantaran tersangka Ferri Misbahul Hakim tidak terima dengan isi dakwaan. Setelah itu, diteruskan sidang keempat dengan agenda jawaban dari JPU.
Setelah itu, hakim memberikan putusan sela. Dimana dalam putusan sela, mengatakan bahwa esepsi yang dilakukan Ferri ditolak. “Majelis hakim memutuskan bahwa isi dakwaan sudah lengkap dan tidak ada kesalahan,” tuturnya.
Sekadar diketahui, Kades Tawangargo, Ferri sebelumnya dilaporkan bendahara kelompok masyarakat (Pokmas) Rejeki Mulyo – Tawangargo, Liami dan Supadi, serta Ketua Pokmas Mulyo Agung Tawangargo, Sugeng Toyib. Ferri dilaporkan atas tuduhan dugaan pemakaian dana hibah untuk Pokmas sekitar Rp 260 juta.
Kasus dugaan korupsi ini, cukup mencoreng warga Desa Tawangargo. Bahkan warga yang tidak mau dipimpin oleh Kades korupsi, menuntut dengan beberapa kali melakukan aksi demo. Sedangkan pemeriksaan kasusnya, sempat berjalan molor karena Ferri tidak kooperatif.
Ferri sempat membantah tuduhan melakukan korupsi dana hibah tersebut. Bahkan, sejak dijadikan tersangka, Ferri sempat kabur dan menghilang. Ia akhirnya tertangkap sesaat setelah menemui istrinya di rumah makan Bojana Puri Kepanjen, hingga kemudian dilakukan penahanan di Polres Malang.(agp/aim)