Sopir Maut Avanza Terancam Jadi Tersangka

MALANG – Miftahul Farid, sopir maut mobil Avanza nopol B 1811 AU yang masuk ke dalam jurang di Desa Sumberagung, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, sampai kemarin masih menjalani perawatan di RSSA Malang. Ia mengalami luka berat, dan kondisinya masih belum stabil.
Pemuda asal Pekanbaru, Provinsi Riau ini, juga terancam menjadi tersangka dalam kasus kecelakaan yang terjadi Sabtu (2/5) lalu. Kanit Laka Polres Malang, Ipda Yoyok Supandi, mengatakan bahwa kasus kecelakaan tersebut masih dalam penyelidikan dan mendalami kasusnya. Sampai kemarin, penyidik memang masih belum menentukan siapa yang menjadi tersangka dalam peristiwa tersebut. Namun dari penyelidikan sementara, kecelakaan tersebut karena kelalaian sopir mobil Avanza.
“Kami masih menyelidiki. Belum ada tersangka dalam kasus kecelakaan tersebut. Namun melihat kejadiannya, kemungkinan arahnya adalah sopir mobil,” ungkap Yoyok Supandi kepada Malang Post, kemarin.
Untuk membuktikan itu, penyidik Unit Laka Lantas Polres Malang membutuhkan beberapa keterangan saksi. Selain saksi di sekitar lokasi, juga saksi penumpang yang selamat. Termasuk juga hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), yang dilakukan pagi kemarin.
“Hasil olah TKP sementara, bahwa kecelakaan tersebut karena out control. Pengemudi mobil sama sekali tidak tahu medan. Selain itu, kondisi sekitar lokasi saat kejadian juga juhan serta gelap. Apalagi, ketika kami periksa beberapa penumpang yang selamat, ternyata mereka tidak saling kenal. Mereka kebetulan berkumpul di Pare Kediri, yang kemudian sepakat untuk pergi ke Sendangbiru,” terangnya.
Jika hasil penyidikan serta ditambah hasil olah TKP, memang menyatakan bahwa sopir mobil tersebut dinyatakan bersalah dan dijadikan tersangka, Miftahul Farid dijerat dengan pasal 310 ayat 4. Yaitu karena kelalaiannya mengakibatkan kecelakaan dan seorang meninggal dunia.
“Untuk saksi yang sudah kami periksa sementara adalah para penumpang. Sebab sebagian besar penumpang ini, kemarin langsung dijemput oleh orang tuanya untuk pulang kampung. Sedangkan sopir mobil, kondisinya masih belum stabil dan dirawat di RSSA Malang,” tuturnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Desa Sumberagung, Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Sabtu (2/5) malam kemarin. Sebuah mobil Avanza Nopol  B 1811 AU, masuk ke jurang sedalam lebih dari 75 meter. Dari sembilan penumpang yang berada di dalam mobil (bukan delapan, seperti diberitakan sebelumnya, red), satu orang tewas di lokasi kejadian, dua orang luka berat, sisanya luka ringan.
Seorang penumpang tewas itu bernama Ayu Sukma dewi, 17 tahun, warga Bone Sulawesi Selatan. Sedangkan dua orang luka berat yakni Miftaqul Farid, 18 tahun dan Wahyu Ramadani, 17 tahun, warga Kota Pekanbaru, Provinsi Riau dan dirawat di RSSA Kota Malang.(agp/aim)