Maling Burung Nyaris Dihajar Warga

Tersangka NI saat diperiksa penyidik, kemarin di ruang Reskrim Polres Malang.

KEPANJEN – NI, 29 tahun, warga Desaa Kidal Kecamatan Tumpang nyaris menjadi bulan-bulanan warga, Senin (4/5) dini hari. Dia kedapatan mencuri burung cucak hijau milik Sanip Setyo, 39 tahun, warga Dusun Klagen, RT 09 RW 04 Desa/Kecamatan Kepanjen. Beruntung saat itu warga sekitar masih bisa meredam amarahnya.
Saat tertangkap, warga langsung menyerahkannya ke petugas Polsek Tajinan. Barang bukti yang diamankan dari tangannya adalah, belasan kunci rumah, sebuah sepeda motor Honda Supra fit tanpa plat nomor dan burung cucak hijau milik korban.
“Tersangka ini kami jerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian pemberatan, yang ancaman hukumannya lima tahun penjara,” ujar Kanit Idik IV Iptu Sutiyo SH Hum kepada Malang Post, kemarin.
Dijelaskannya, peristiwa pencurian itu terjadi sekitar pukul 01.30 WIB. Saat itu, korban memang berniat melakukan pencurian. Modus yang digunakan, korban memanjat tembok pagar rumah tersebut. Kemudian, tersangka membuka pintu depan rumah, menggunakan kunci yang di bawanya. Salah satu kunci yang dibawanya itu cocok. Setelah terbuka, kemudan tersangka masuk ke dalam rumah korban.
“Tersangka ini mengambil burung cucak hijau milik korban yang berada di ruang tamu,” tutur Perwira Pertama (Pama) dengan dua balok di pundaknya ini. Setelah mendapatkan barang yang diinginkan, kemudian tersangka keluar lewat jalur yang sama. Saat hendak memanjat pagar itu, aksinya diketahui warga yang sedang  siskamling.
Warga langsung berupaya menangkap tersangka ini. Saat itu, tersangka berusaha untuk kabur. Namun, tersangka jatuh saat hendak kabur. Wargapun langsung mengerubutinya dan membawa ke Polsek Tajinan dan dititipkan ke sel tahanan Mapolres Malang.
Sementara itu pengakuan tersangka NI di hadapan penyidik yang memeriksanya, nekat melakukan pencurian itu lantaran butuh uang untuk membayar pajak sepeda motornya. “Rencananya uang penjualan burung tersebut akan saya buat membayar cicilan sepeda motor. Tukang tagihnya sudah ke rumah, kemarin,” kata dia.
Bapak dua anak ini menjelaskan, sudah dua kali melakukan pencurian di rumah tersebut. “Sebelumnya saya mencuri pakan burung sebanyak dua sak. Saya jual seharga Rp 400 ribu. Uangnya untuk membayar SPP sekolah anak saya,” kilahnya. (big/aim)