Simpan Bom dan Peluru, Densus 88 Buru Anak Rustawi

JABUNG - Tiga warga Kabupaten Malang yang ditangkap oleh The Royal Brunei Police Force (RBPF) tersisa satu orang. Yakni H. Rustawi Tomo Kabul (63 tahun) warga Jalan Kelud RT03 RW01, Desa/Kecamatan Jabung Kabupaten Malang. Dua lainnya yakni istri Rustawi, Pantes Sastro Prajitno atau Pantes Sarjiah (53 tahun) dan Bibit Hariyanto warga Saptorenggo Pakis dilepas. (Lihat berita Malang Post edisi Rabu 6 Mei 2015).
Bibit diketahui sebagai jamaah umrah yang ditunjuk oleh biro perjalanan Al Aqsha sebagai ketua rombongan. Dalam kasus itu, yang resmi diadili dan ditahan oleh Pengadilan Brunei dan RBPF adalah Rustawi. Ia dideteksi membawa bahan peledak berupa bondet dan empat butir peluru.
Kasus tersebut rupanya sudah diselidiki Polisi, Badan Intelejen dan Densus 88 sejak Senin (4/5) lalu. Ada dugaan bahwa Rustawi bukan pelaku utama pemilik bahan peledak dan peluru. Sumber internal Malang Post, mengungkap bahwa Densus saat ini memburu anak Rustawi.
Senin (4/5) malam lalu anggota Densus datang ke rumah Rustawi. Mereka yang berjumlah enam orang lebih dulu mampir di Polsek Pakis, untuk kemudian ke rumah Rustawi. Anggota Densus ini mencari keberadaan salah satu anak Rustawi.
“Densus ke rumah H Rustawi, cari salah satu anaknya. Informasinya, anaknya itulah yang meletakkan amunisi di tas Rustawi,’’ kata sumber tersebut. Tapi begitu, anggota Densus ini pulang dengan tangan hampa. Karena anak Rustawi yang dicari sudah pergi.
Belum jelas anak yang mana yang diburu Densus. Sebab, Rustawi dikaruniai empat anak, yakni Wit’ani, Dwi, Sutrisno, dan Roni. Dari empat anak tersebut, diasuh oleh warga tetangga desa, yaitu Sutrisno.
Apakah Densus atau anggota polisi lain yang datang ke rumah Rustawi melakukan penggeledahan, atau ada barang yang diamankan dari rumah tersebut? Sumber ini mengaku tidak tahu. Yang jelas, sejak Senin lalu, banyak orang berdatangan di rumah Rustawi, termasuk wartawan. ‘’Kalau wartawan baru pagi ini, kalau polisi sudah dari kemarin-kemarin datang,’’ tambahnya.
Disinggung apakah Rustawi atau keluarganya ada yang menganut ajaran Islam radikal, sumber tersebut menggelengkan kepala. “Kalau taat beragama iya, tapi kalau ikut aliran radikal, sepertinya kok tidak,’’ urai sumber ini.
Salah satu yang menguatkan Rustawi tidak ikut aliran radikal, karena dia sangat low profile, dan bergaul bersama warga. “Biasanya kan yang ikut-ikut seperti itu, orangnya tertutup, dan melakukan aktifitas bersama golongannya. Tapi ini tidak, dia sering berkomunikasi dan beraktifitas dengan warga,’’ katanya.
Istri Rustawi Tetap ke Makkah
Susi Agus Sugianto, pemilik biro perjalanan Umroh PT Al  Aqsha kembali membenarkan jika H Rustawi Tomo Kabul, 63 tahun, dan istrinya Pantes Sarjiah, 58 tahun, warga RT03 RW01, Desa/Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, serta Bibit Harianto  adalah jamaah umrah yang diberangkatkan oleh biro tersebut. Wanita berjilbab yang ditemui Malang Post di kantor biro perjalanan umrah PT Al  Aqsha, Jalan Sigura-gura ini menyebutkan, Rustawi dan Pantes Jumat (1/5) lalu, di jemput di Jabung.
“Rombongan dari Biro kami 53 orang, termasuk H. Rustawi, Hj Pantes dan pak Bibit,’’ katanya. Bahkan Bibit Harianto lah yang memimpin rombongan ini.
Para jamaah ini, berangkat dari Malang Sabtu (2/5) dinihari. Dan langsung ke Juanda. Selanjutnya pukul 06.30 WIB, menggunakan pesawat Royal Brunei nomor penerbangan B1-081 rombongan berangkat. “Kami tahunya sebatas itu,’’ kata Susi.
Dia juga kaget saat mendengar salah satu jamaah dalam rombongan ini ditangkap polisi. “Kaget, dan langsung telepon suami,’’ kata Susi yang menyebutkan, jika 53 rombongan ini jika sesuai jadwal kembali ke Indonesia Rabu (13/5) mendatang.
Keresahan itupun kian menjadi setelah banyak polisi datang ke tempat usahanya itu. Menurut Susi, sejak Senin lalu, hingga kemarin banyak polisi datang. Pertama datang adalah anggota BIN, yang menanyakan kebenaran bahwa Rusnawi berangkat dari biro tersebut.  
Kendati berangkat dari biro perjalanannya Susi mengaku tidak tahu menahu barang bawaan Rustawi dan rombongan lainnya. Kepada Malang Post, Susi hanya menyebutkan, jika rombongan Rustawi ini dikenakan biaya 2.150 dolar.
Selain itu Susi juga mengatakan, Bibit menjadi ketua rombongan karena dia sering umrah menggunakan biro perjalanan Al Aqsha. “Kalau karyawan bukan, tapi dia kalau umrah mesti sama kita, makanya rombongan ini dipimpinnya,’’ katanya.
Bagaimana sosok Bibit, Susi pun tidak banyak tahu.
“Saya terus berkomunikasi dengan suami, dan termasuk dengan ketua rombongan di Makkah. Saat ini semua anggota rombongan sudah sampai di Makkah, dan sudah menjalankan ibadah di sana,’’ katanya.