Pengamanan Bandara Juanda Lemah

Kapolda Jatim Irjen Pol. Anas Yusuf memastikan, satu diantara 53 orang jamaah umrah asal Malang, tertangkap di Brunei Darussalam. Niat ibadah, Rustawi Tomo Kabul (63 tahun), tertahan di Brunei karena dalam tasnya ditemukan bondet dan empat butir peluru. Hebatnya, ini bisa lolos dari pemeriksaan di Bandara Internasional Juanda.
“Terkait itu (penangkapan), Densus 88 Mabes Polri telah berangkat menuju Brunei untuk menyelidiki dugaan keterkaitan peristiwa tersebut dengan tindakan terorisme,” Anas Yusuf kepada wartawan di Mako Polda Jatim, Rabu siang.
Dikatakan Anas, Rustawi yang tercatat sebagai warga Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, berangkat umrah bersama 53 jamaah asal Malang. Rustawi sendiri berangkat bersama istrinya menggunakan biro perjalanan Al Aqsha, Malang dan berangkat dari Bandara Juanda Sabtu, 2 Mei 2015 lalu.
Saat pemeriksaan di Juanda, lanjut mantan Wakabareskrim Mabes Polri ini, 69 jamaah asal Jatim (termasuk Rustawi) lolos pemeriksaan detektor Bea Cukai Juanda. Tetapi, begitu transit dan hendak meneruskan perjalanan ke Jeddah, tas milik Rustawi terdeteksi otoritas Bandara Brunei bersisi bahan peledak dan empat butir peluru.
“Saat pemeriksaan di terminal keberangkatan Juanda Surabaya tidak ditemukan barang terlarang. Tapi, saat, transit di Bandara Brunei ditemukan bahan peledak. Yang bersangkutan langsung ditahan,” ujarnya dengan menyebut 68 jamaah termasuk istri Rustawi sudah melanjutkan perjalanan ke Makkah.
Sampai saat ini, lanjut Anas, kepolisian Brunei Darussalam masih terus memeriksa Rustawi terkait penemuan bahan peledak tersebut. Tetapi, belum bisa dipastikan apakah Rustawi masuk jaringan Islamic State for Iraq Syria (ISIS).(has/mp)