Jadi HL Media Brunei, Ada Bendera Mirip ISIS

Kasus yang menimpa Rustawi ini menjadi daya tarik media nasional di Brunei Darussalam. Dua media ternama di Brunei yakni Borneo Bulletin dan The Brunei Times mengangkat berita Rustawi. Bahkan The Brunei Times menampilkan berita ini sebagai Headlines terbitan Rabu (6/5) kemarin.
Borneo Bulletin sendiri sudah menayangkan kasus ini di online mereka sejak Selasa (5/5). Di laman itu, media itu menulis dengan judul “
Foreign man charged with possessing bullets at airport”. Berita itu muncul pasca penangkapan Rustawi di Brunei International Airport.
“Dia ditangkap setelah menjalani pemeriksaan sinar X, saat transit,” tulis Borneo.
Sedangkan The Brunei Times menjelaskan bahwa Rustawi ditangkap ketika dalam proses boarding ke pesawat Royal Brunei Airlines. Media ini mengambil judul “Indonesian nabbed for possession of explosives”.
Selain itu media online ternama Brunei yakni brudirect.com juga mengangkat isu ini. Mengambil judul “Indonesian Remanded for Concealed Munitions”.
Kasus yang dimuat di Brunei Times ini juga dibahas CNN. Diberitakan The Brunei Times, Rabu (6/5), pengadilan pertama Rustawi dimulai pada Senin lalu atas dakwaan kepemilikan senjata api tanpa izin. Dalam hukum Brunei, orang yang melakukan kejahatan ini terancam dipenjara maksimal 15 tahun ditambah hukuman cambuk.
Pengadilan berikutnya dijadwalkan pada 11 Mei mendatang. Wakil jaksa Norsuzanawati Pg Hj Abas meminta agar terdakwa ditahan selama sepekan di kantor polisi Bandar Seri Begawan agar memudahkan penyidikan.
Brunei Times menuliskan, beberapa badan pemerintah seperti Departemen Keamanan Dalam Negeri, Kepolisian, dan Kementerian Penerangan Brunei belum dapat memberikan keterangan lebih rinci. CNN juga melengkapi dengan wawancara Jubir Menteri Luar Negeri RI.
"Seperti biasa, saat masuk bandara ada pengecekan barang untuk transfer. Di situ ditemukan beberapa benda mencurigakan dari rombongan tersebut. Salah satunya peluru dan bendera yang mirip dengan bendera ISIS," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Arrmanatha Christiawan Nasir.
Akhirnya, tiga orang dari rombongan tersebut ditahan untuk dimintai keterangan. "Dari hasil pemeriksaan, akhirnya hanya satu orang yang ditahan. Dua yang lainnya diperbolehkan melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi," tutur Tata.(net/ary)