Besok, Rumah Rustawi Diobok-Obok RBPF

Royal Brunei Police Force (RBPF) alias Polis Diraja Brunei, rencananya akan mendatangi kediaman Rustawi di Jabung Jumat (8/5) besok. Hal tersebut ditegaskan Kapolda Jatim Irjen Pol. Anas Yusuf, kemarin. RBPF turun karena kasus ini menjadi atensi Bandar Magistrate Court atau Pengadilan Bandar Seri Begawan.
Menurut Anas, Polri juga mendalami kasus ini, Anas telah memerintahkan Kapolres Malang untuk mendatangi tempat tinggi Rustawi. Selain itu, Polda Jatim juga sudah berkoordinasi dengan Tim Densus 88 dan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT).
‘’Karena itu, saya belum bisa memastikan apa ada kaitan dengan ISIS atau tidak. Dan saya juga tidak tahu kok bisa bondet dan peluru tiba-tiba ada di tas (koper) Rustawi. Sekarang masih terus kita dalami,’’ paparnya.
Ditambahkan Anas, selain penyelidikan mendalam yang dilakukan Polda Jatim tindakan yang sama juga dilakukan kepolisian Brunei Darussalam. Bahkan, korp intelejen kepolisian Brunei sudah memastikan akan melakukan investigasi ke rumah Rustawi di Jabung, Malang.
‘’Rencananya Jumat besok mereka akan ke Malang. Mereka akan melakukan investigasi terkait penangkapan Rustawi,’’ kata Anas dengan menyebutkan, pasca kasus warga Jabung, Malang ini, pihaknya minta seluruh Kapolres di Jatim untuk menginventarisir biro perjalanan di Jatim yang khusus menangani umrah dan haji.
Sementara itu, Kapolres Malang, AKBP Aris Haryanto, tidak mau pernyataan lebih jauh terkait tiga warga asal Kabupaten Malang, yang tertangkap di Brunai Darussalam karena kedapatan membawa bahan peledak. Ia mengatakan bahwa semua penyidikan terkait tiga orang tersebut, langsung ditangani Polda Jawa Timur.
“Soal penangkapan tiga orang itu, silahkan saja langsung konfirmasi ke Polda Jatim. Saya tidak ada kewenangan untuk menyampaikan, karena semua penyidikan langsung dari Polda Jatim,” ujar Aris.
Termasuk saat ditanya apakah ada kaitannya dengan kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), Aris kembali menegaskan kalau perkembangan soal itu masih belum diketahui. “Saya tidak tahu apakah ada kaitannya dengan ISIS atau tidak. Tetapi sekali lagi soal itu, saya belum bisa menyampaikan,” tuturnya.
Namun demikian, sebagai langkah tindak lanjut atas kejadian tersebut, Polres Malang akan mengumpulkan semua agen travel and tour yang ada di Kabupaten Malang. Dalam pertemuan nanti, Kapolres meminta kepada agen travel and tour lebih pro aktif dan terbuka dalam hal informasi saat memberangkatkan jamaah Umroh ataupun haji.
“Sehingga ketika suatu saat terjadi seperti ini, maka data yang kami butuhkan bisa muda terakses. Dengan begitu proses penyidikan sekaligus mencari tahu soal latar belakang yang bersangkutan bisa lebih mudah,” terangnya.
Selain itu, Aris juga akan lebih memaksimalkan anggota di Polsek jajaran untuk melakukan pemantauan. Termasuk terus mengadakan program pertemuan dengan masyarakat sepekan sekali, untuk sosialisasi soal aliran keras maupun radikal.

Sekda Persilahkan RBPF
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Dr. Abdul Malik, SE, angkat bicara terkait  warga Kabupaten Malang yang ditangkap di Brunei Darussalam. Menurutnya, dia belum bisa memastikan apakah orang tersebut, benar-benar terkait aksi terorisme, jaringan radikal, maupun terkait bentuk kejahatan lainnya.
“Kami belum mengetahui pasti kronologis penangkapan tiga orang tersebut. Untuk permasalahan ini, kami masih terus memantaunya,” ujar Malik kepada Malang Post kemarin. Dijelaskannya, dia belum bisa mengetahui lebih jauh terkait masalah ini. Selanjutnya, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan kepolisian.
Menurutnya, langkah yang diambil akan berupaya untuk mengetahui kronologis secara pasti, terkait masalah ini. “Kami akan berusaha mencari tahu kebenaran tentang penangkapan tiga orang ini,” imbuhnya. Namun, dikatakannya, bila ketiganya memang terbukti melakukan kejahatan, maka pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa.
Dia mempersilahkan pihak penegak hukum yang ada di Brunei Darussalam, untuk memproses hukum ketiganya. “Bila yang ketiganya tidak salah, maka harus segera dilepaskan. Untuk itu, kami berupaya mengetahui secarapasti kronologis dari kejadian ini.,” terangnya. Dia mengaku, belum mengetahui identitas pasti ketiganya.
Sehingga, melalui upaya menggali informasi kebenaran tersebut, nantika akan diperoleh suatu titik terang. “Seperti yang saya sampaikan tadi, kami harus mengetahui terlebih dahulu kronolgius yang terjadi. Baru bisa menentukan langkah berikutnya,” pungkasnya.(has/agp/big/ary)