Warga Wajak Ditetapkan Tersangka

PENYIDIK  Reskrim Polres Malang langsung menetapkan Saiful Anas, 35 tahun sebagai tersangka penyalahgunaan pupuk bersubsidi. Warga Jalan Panglima Sudirman, Desa Codo, Kecamatan Wajak ini, dinyatakan bersalah karena menjual pupuk bersubsidi tanpa dilengkapi dengan surat izin. Sesuai ketentuan, pengecer pupuk harus dilengkapi dengan izin.
“Begitu mendapat pelimpahan dari petugas Kodim 0818, yang bersangkutan langsung kami periksa. Ia lantas kami tetapkan sebagai tersangka setelah pemeriksaan selesai,” ujar Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat.
Tersangka Saiful Anas, dijerat dengan pasal 6 ayat 1 huruf a dan b Undag-undang Darurat nomo 7 tahun 1995, tentang pengusutan, penuntutan dan peradilan tindak pidana ekonomi. Jo pasal 30 ayat 3 Permendag nomo 15/M.DAG/PER/4/2013 tentang poengadaan serta penyaluran pupuk bersubsidi pemerintah, untuk sektor pertanian, Jo Perpres nomor  15 tahun 2011 tentang perubahan Perpres Nomor 77 tahun 2005 tentang penetapan pupuk bersubsidi.
Dalam pemeriksaan penyidik, Saiful Anas mengaku sudah sejak setahun ini menjadi pengecer pupuk tanpa izin. Ia menjual kepada para petani. Tidak hanya petani wilayah Kecamatan Wajak, tetapi juga petani di daerah lain, seperti Kecamatan Tumpang.
“Tersangka mengaku mendapatkan pupuk jeniz ZA, Urea serta Ponska tersebut dengan membeli dari seseorang di Desa Sananrejo  Kecamatan Turen, Desa Ganjaran kecamatan Gondanglegi, serta dari Desa Krebet, Bululawang,” sambungnya.
Ditegaskan bahwa penyidikan tidak berhenti dan pihaknya i terus mengembangkan kasus pupuk ini, termasuk penyedia pupuk subsidi tersebut kepada tersangka. ‘’Sejauh mana keterlibatan mereka, apakah ikut bersalah atau tidak,terus didalami petugas,’’ serunya.
Sebelumnya, Selasa lalu, Saiful Anas diamankan oleh jajaran anggota Kodim 0818 Wilayah Kabupaten Malang – Batu, menjual pupuk bersubsidi tak berizin. Dari pengungkapan tersebut, sebanyak 60 sak atau 3 ton pupuk jenis Urea, ZA dan Ponska bersubsidi berhasil diamankan.  Pengungkapan berawal dari keluhan warga, tentang harga pupuk yang terlalu mahal.(agp/nug)