Dibongkar, Penyelewengan Pupuk Bersubsidi

MALANG – Kinerja jajaran  Kodim 0818 Kabupaten Malang dan Kota Batu patut diacungi jempol.Mereka berhasil membongkar   kasus penyelewengan pupuk bersubsidi jenis ZA,Urea serta Ponska yang merugikan petani di Turen Kabupaten Malang.
Dandim 0818 Kabupaten Malang dan Kota Batu Letkol Inf Riksani Gumay menjelaskan satu  pelaku berhasi dibekuk  yakni Saiful Anas, 35 tahun, warga Jalan Panglima Sudirman  Desa Codo RT 51 RW 14 Kecamatan Wajak. Ia melakukan  penyelewengan  pupuk bersubsidi di Kios Anugrah Tani di Desa Sananrejo RT 22 RW 03 Kecamatan Turen.
‘’Dari tempat tersebut, kami  meyita 60 sak pupuk bersubsidi yang ditimbun. Rinciannya pupuk Phonska 27 sak, pupuk ZA 23 sak dan pupuk Urea 10 sak. Total tiga ton pupuk bersubsidi  berhasil disita dalam penggerebekan tersebut,’’ paparnya kepada Malang Post kemarin.
Dijelaskannya, keberhasilan pihaknya membongkar penyelewengan pupuk bersubsidi itu, berkat informasi dari masyarakat dan petani di Desa Sananrejo Kecamatan Turen. Mereka mengeluhkan harga yang dijual di kios itu, melebihi dari Harga Eceran Tertinggi (HET).  Sebagai contoh, untuk pupuk ZA  dibeli Rp 97.500 per  sak dijual Rp 102.500. Padahal pupuk di agen resmi dijual Rp 70.00. Pupuk Urea dibeli Rp100.000 dijual Rp 105.000. Pupuk Ponska dibeli Rp 112.500  sampai Rp 112.500, dijual Rp 117.500.
Bermula dari informasi  tersebut,jajaran Kodim 0818  melakukan penyelidikan di lapangan.Setelah dilakukan penggrebekan, tempat tersebut menimbun pupuk bersubsidi. Selain itu, di tempat tersebut tidak ada papan nama yang menandakan menjual resmi pupuk bersubsidi. Pelaku mengaku  mengambil pupuk bersubsidi dari luar daerah.
 “Setelah kami lakukan penangkapan, pelaku beserta barang buktinya langsung diserahkan kepada pihak kepolisian dalam hal ini Polsek Turen. Selanjutnya, kepolisian akan memproses hukumnya,” seru  Riksani Gumay.
Ditegaskan pula,pihaknya terus berupaya membongkar kasus penyelewengan pupuk bersubsidi ini. Termasuk  kasus serupa  di Kecamatan Dampit.  “Anggota kami masih berupaya. Ditunggu saja hasilnya. Kami tidak main-main. Sebab masalah ini merupakan atensi pemerintah dan TNI AD  untuk mendukung program swasembada beras dan program Ketahanan Pangan Nasional,’’ demikian Riksani Gumay (big)