Pangdam Siap Fasilitasi RBPF

Pangdam V/ Brawijaya Mayjen TNI Eko Wiratmoko angkat bicara terkait penahanan warga Kabupaten Malang di Brunei Darussalam. Pihaknya mempersilahkan tim Royal Brunei Police Force (RBPF), untuk melakukan pengusutan ke Jabung. Apalagi dalam kasus Rustawi ini, intelijen Brunei Darussalam juga turun.
“Tentunya bukan ranah kami untuk mencampuri apa yang menjadi kewenangan dari kepolisian Brunei. Jadi, silahkan melakukan penyelidikan maupun memproses hukumnya,” ujar Mayjen TNI Wiratmoko kepada Malang Post kemarin. Selain itu, dia juga siap bekerjasama dengan RBPF, untuk melakukan penyelidikan.
Termasuk memfasilitasi RBPF, bila suatu saat nanti melakukan pemeriksaan terhadap rumah dari tiga warga tersebut. “Hingga saat ini, kami belum berkomunikasi dengan pihak Brunei Darussalam. Namun, pada intinya, kami tidak akan menghalang-halangi proses penyelidikan yang dilakukan oleh pihak Brunei,” tuturnya.
Namun, pihaknya saat ini tengah berupaya mencari tahu kronologis sebenarnya, terkait penangkapan tiga warga Kabupaten Malang. Bila nantinya terjadi kejanggalan maupun tidak kesesuaian, pihaknya siap membantu memfasilitasi penyelesaiannya.
“Harus jelas dulu kronologis penangkapan ini,” kata mantan Pangdam XVI/Pattimura. Selanjutnya, pihaknya sangat berkomitmen untuk memerangi dan sekaligus memberantas jarigan radikal dan aksi terorisme.
Bahkan, kata dia, sudah jauh hari Kodam V/ Brawijaya mendeklarasikan diri untuk memerangi segala bentuk aktivitas jaringan radikal dan terorisme. “Terutama aktivitas yang mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). TNI menjadi garda yang paling depan, untuk memeranginya,” tegasnya.
Selanjutnya, dia telah menginstruksikan seluruh Korem dan Kodim di bawah naungan Kodam V/ Brawijaya, supaya aktif untuk menyelidiki kebaradaan organisasi radikal dan terorisme. Implementasinya yakni, memperkuat fungsi serta kualitas intel dan juga memaksimalkan peran dari Babinsa yang ada di seluruh kecamatan.
“Babinsa menjadi garda terdepan untuk melakukan antisipasi aksi terorisme maupun aktivitas organisasi radikal. Karena merekalah yang mengetahui kondisi di daerahnya masing-masing. Sehingga, saya harapkan mereka dapat bekerja lebih maksimal lagi,” pungkasnya.
Sementara itu, Kapolres Malang, AKBP Aris Haryanto, dikonfirmasi mengatakan kalau dirinya belum mendapat informasi dari Polda Jatim, terkait rencana kedatangan pihak kepolisian dari Brunei Darussalam. Namun ia menyatakan bahwa Polres Malang siap membantu kelancaran penyidikan, jika memang dibutuhkan untuk proses penyidikan.
“Soal itu, saya belum bisa banyak memberikan informasi. Karena sampai sekarang (semalam, red) saya belum mendapat informasi dari Polda Jatim, terkait rencana kedatangan petugas kepolisian dari Brunei Darussalam. Tetapi jika memang diperintahkan dan diperlukan untuk membantu proses penyidikan, pada intinya kami sudah siap,” terang Aris.(big/agp/ary)