Otak Pembunuhan Edwin Ditangkap

Buron Satu Tahun
MALANG – Masih ingat dengan pembunuhan disertai perampokan yang dialami Edwin Treo Febrian pada 6 Mei 2014 lalu. Otak pembunuhan siswa SMK PGRI 2 Malang ini, akhirnya tertangkap. Rodiasik alias Asel alias Kopi Hitam, 35 tahun, warga Desa Sidorenggo, RT23 RW05, Kecamatan Ampelgading ini, yang menjadi otaknya.
Pria yang tubuhnya penuh lukisan tato ini, ditangkap tim Buser Polres Malang Kamis (7/5) malam lalu. Ia ditangkap di pinggir Jalan Raya Malang – Lumajang Desa Sidorenggo, Ampelgading. Ketika ditangkap, dia sedang berboncengan motor dengan istrinya.
Ketika diringkus, tersangka yang sebelumnya tinggal di Jalan Jagalan dan eks Terminal Gadang Kota Malang ini dilakukan tanpa perlawanan. Ia menyerah dan mengakui semua perbuatan pembunuhan terhadap pemuda warga Kasin Jaya Kota Malang tersebut.
Namun setelah menjalani pemeriksaan di Mapolres Malang, dia langsung dilimpahkan ke Polres Lumajang. Ini karena lokasi pembunuhan sekaligus penemuan mayat korban, berada di wilayah Kabupaten Lumajang.
“Tadi pagi (kemarin, red) pukul 06.00, petugas dari Polres Lumajang datang untuk menjemput tersangka. Penangkapannya setelah kami mendapat informasi dari masyarakat,” ujar Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat.
Dengan penangkapan itu, maka dari lima pelakunya tinggal dua yang belum tertangkap. Yaitu Riky, warga Jalan Gadang VI Malang serta Galang, warga Jalan Gadang VIII Malang. Tiga pelaku lainnya sudah tertangkap.
Selain Kopi Hitam, dua pelaku yang sudah tertangkap dan menjalani hukuman adalah, Eri Angga Wahyu, warga Dusun Segaran, Desa Kendalpayak Pakisaji, serta Titus Ardiansyah, warga Jalan Gadang Malang.
Sekadar diketahui, sebelum pembunuhan terjadi, Edwin dihubungi oleh Ricky, Galang serta Aang lewat SMS. Mereka mengajak Edwin untuk ngopi di Stadion Kanjuruhan Kepanjen. Karena kenal dekat, apalagi selama ini mereka sering nongkrong, Edwin menyetujuinya.
Edwin saat itu datang sendiri dengan naik motor Honda Vario menemui para pelaku di sekitar Terminal Gadang. Saat bertemu, korban diajak pesta minuman keras di tempat kos Kopi Hitam, di Jalan Gadang Gg 21 Malang. Setelah korban mabuk, oleh kelima pelaku korban diajak ngopi ke wilayah Dampit. Setiba di Jembatan Gladak Perak, Desa Sumberwuluh, Candipuro, Lumajang, korban dicekik oleh Kopi Hitam dibantu pelaku lainnya kemudian tubuh korban dibuang di bawah jembatan. Usai menghabisi, barang-barang korban dibawa kabur.(agp/aim)