Polisi dan Tentara Pantau Rumah Rustawi

JABUNG – Rumah H Rustawi Tomo Kabul, yang kedapatan membawa peluru dan bahan peledak di Brunei Darussalam, dijaga oleh jajaran kepolisian dan TNI. Bahkan Komandan Korem (Danrem) 083/BDJ, Kolonel Arm Totok Imam Santoso, juga mendatangi rumah H Rustawi di Jalan Kelud RT 03 RW 01 Desa/Kecamatan Jabung, kemarin.
“Kebetulan saya usai berolahraga di sekitar sini, jadi sekalian mampir meninjau lokasi ini,” ujarnya kepada Malang Post kemarin. Dijelaskannya, kedatangannya ke tempat tersebut, hanya sebatas melakukan peninjauan. Selain itu, orang nomor satu di lingkungan Korem 083/BDJ ini, sempat berinteraksi dengan Anak Rustawi, Wit’ani.
Usai berinteraksi, dia berpesan kepada Wit’ani supaya menyampaikan hal yang sebenar-benarnya dan tidak menutupi. Lanjut dia, pihaknya hanya melakukan pemantauan di rumah tersebut. Sekaligus menjaga kondusivitas keamanan di wilayah Kecamatan Jabung khususnya dan wilayah Malang Raya pada umunya.
“Penanganan terkait masalah ini, merupakan hak dari kepolisian Brunei Darussalam. Kami sifatnya hanya mengamankan dan memberikan fasilitas membantu penyelidikan yang dilakukan,” terang Perwira Menengah (Pamen) dengan tiga melati di pundaknya.
Lebih lanjut, dia enggan berkomentar terkait masalah ini. Sedangkan sosok anak Rustawi, yakni Sutrisno alias Cipeng, belum menampakan batang hidungnya. Dia disebut-sebut yang meletakkan amunisi dan peledak di tas ayahnya tersebut. Cipeng ini, kesehariannya, tinggal di rumah bapak angkatnya, yakni Waidi.
Ketika Malang Post mengunjungi rumah Waidi, Cipeng tidak ada di rumahnya. Menurut Waidi, sejak Senin (4/5) yang lalu, Cipeng tidak berada di rumahnya. Dia mengaku tidak mengetahui keberadaan Cipeng saat ini. Sebelumnya, anak angkatntya tersebut tidak pamit akan pergi kemana maupun ke suatu tempat.
“Saya tidak tahu dia (Cipeng) ke mana. Tiba-tiba ya tidak pulang,” ucapnya terpisah. Dijelaskannya, dia tidak mengetahui tepat permasalahan yang terjadi. Yang dia tahu hanyalah hubungan Cipeng dengan ayah kandungnya itu memang tidak harmonis.
“Yang tahu ya keluarganya yang asli. Coba ditanya ke keluarga Bapak Rustawi di sana,” cetusnya.
Sementara itu, sampai berita ini diturunkan, Royal Brunei Police Force (RBPF) belum tiba di rumah Rustawi. Info semalam, RBPF baru mendarat di Juanda pukul 20.30. Diperkirakan tiba di Jabung pada pukul 24.00.(big/ira/ary)