Tidak Pulang Sebelum Tangkap Tugimin

MALANG – Sudah satu minggu Tugimin, 37 tahun tahanan Polsek Gedangan ini kabur. Namun sampai kemarin, polisi masih belum bisa menangkapnya. Jejak maling motor asal Kecamatan Gedangan ini, seperti hilang ditelan bumi. Keberadaannya sulit dilacak oleh polisi.
“Kami masih berusaha untuk mencari keberadaannya. Anggota sampai sekarang masih di lapangan untuk melacak sekaligus memburu tersangka. Semoga saja bisa segera tertangkap lagi,” ujar Kapolsek Gedangan AKP Edi Sunyata.
Sementara itu, Polres Malang yang ikut memback up pencarian Tugimin sudah hilang kesabaran. Sebelumnya Tugimin sudah diberi kesempatan untuk menyerahkan diri, baik melalui keluarganya ataupun perangkat desa. Polisi menjamin keselamatannya jika mau menyerahkan diri.
Namun batas waktu Tugimin untuk segera menyerahkan ini, rupanya sudah habis. Polisi akan memberikan tindakan tegas terhadap Tugimin, jika tertangkap. Apalagi, jika sampai melakukan perlawanan ketika akan ditangkap.
“Kalau memang yang bersangkutan mau menyerahkan diri, kami masih memberikan ampunan. Tetapi jika tidak, jangan harap ada belas kasihan. Kami pasti akan menindak tegas,” jelas Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat.
“Karenanya kami harap Tugimin mau menyerahkan diri. Keluarga juga kami harapkan membantu untuk bisa merayu agar yang bersangkutan mau menyerahkan diri,” sambungnya.
Saat ini, lanjut mantan Kasatreskrim Polres Tuban ini, bahwa anggota sedang di lapangan untuk memburunya. Tim yang dibentuknya tidak akan pulang, sampai Tugimin tertangkap.
Sekadar diketahui, Tugimin, 37 tahun, tahanan Polsek Gedangan kasus curanmor ini, kabur pada Jumat (1/5) lalu. Warga Kecamatan Gedangan ini, kabur setelah memanfaatkan kelengahan petugas. Ketika kabur, tersangka sedang dalam perawatan di Puskesmas Gedangan. Anehnya, saat kabur kondisi tangannya dalam keadaan terborgol di tempat tidur.
Tersangka Tugimin ini, ditangkap massa pada April lalu karena kepergok mencuri motor. Karena lukanya cukup parah, Tugimin dibawa ke RSUD Kanjuruhan Kepanjen. Setelah kondisinya mulai membaik, Tugimin dipindah perawatan ke Puskesmas Gedangan, dengan alasan supaya mudah mengawasinya. Namun tersangka malah mudah untuk melarikan diri.(agp/aim)