Kebakaran, Syafi’i Tarik Istri Saat Salat

DAU –  Syafi,i, bertindak cukup cepat. Pria 75 tahun, ini langsung menarik istrinya, Solihatul Hidayah, 70 tahun, saat rumah yang mereka tinggali di Gang Sido Mapan, Dusun Jetis, Desa Mulyoagung, Dau dilahap si jago merah, pagi kemarin.
“Saat saya masuk rumah, istri saya sedang salat di kamar, saya langsung tarik dia keluar rumah. Saat keluar, istri saya masih menggunakan mukena,’’ kata bapak empat anak ini.
Dia mengaku masih sangat bersyukur, meskipun rumahnya luluh lantak di lahap di jago merah, tapi dia dan istrinya selamat dari maut. “Saya tadi sempat jatuh saat membawa air untuk melakukan pemadaman, tapi tidak apa-apa. Kami semua selamat,’’ katanya.
Diceritakan oleh Syafi’i, kebakaran itu terjadi sekitar  pukul 09.30 WIB. Saat itu seperti biasa, Solihatul memasak nasi di dapur. Setelah meletakkan panci di atas kompor, Solihatul mengambil air wudhu, selanjutnya masuk kamar tengah untuk melaksanakan salat duha. “Istri masuk kamar untuk salat duha, saya keluar membeli rokok di warung sebelah,’’ urainya.
Dan 10 menit kemudian, Syafi’i kembali. Tapi dia begitu kaget, karena saat pintu rumahnya dibuka dia sudah melihat api sangat besar, dan melahap seluruh bangunan dapur rumahnya. Dalam kondisi panik, Syafi’ memanggil istrinya. Tapi karena tidak menjawab, mantan pegawai di Pabrik Es Dinoyo ini langsung masuk kamar, tempat istrinya menjalankan salat. Seketika itu juga, tubuh istrinya ditarik keluar rumah.
“Apinya sudah merembet ke ruang tengah saat saya keluar,’’ kata Syafi’i yang terus berucap syukur karena kebakaran itu tidak sampai memakan korban.
Selain Syafi’i dan Solihatul, rasa syukur juga diucapkan oleh pasangan suami istri Sri Asih, 31 tahun, dan suaminya Munawar, 40 tahun. Itu karena pasutri ini tinggal di bangunan di bawah dapur rumah Syafi’i yang terbakar.
“Saat kebakaran terjadi saya di ruangan ini, sedangkan suami di kamar mandi,’’ kata Asih. Munawarlah yang tahu pertama jika api membakar dapur rumah Syafi’i. “Saya  langsung keluar dan kedepan setelah mendengar suami mengatakan rumah pak Syafi’I kebakar. Saya bersyukur, karena api tidak merembet ke bawah,’’ katanya.
Lalu apa yang menjadi penyebab kebakaran itu terjadi, Syafi’I mengatakan dugaan besar karena bosornya gas LPG. Dia mengatakan, sehari sebelumnya mengganti gas LPG 3 kilogram miliknya, karena isinya habis. Tapi begitu saat itu tidak mencium aroma gas yang bocor. “Bocornya bukan dari regulator tapi selang,’’ katanya. Namun begitu Syafi’I sendiri menyerahkan penyelidikan kasus kebakaran tersebut kepada polisi.
 “Tadi kompor, selang dan tabung dibawa ke Polsek, katanya untuk diselidiki dan sebagai barang bukti,’’ katanya.
Sementara warga kemarin langsung melakukan kerja bakti. Runtuhan genting dan kayu akibak kebakaran langsung disisihkan. Selanjutnya, warga pun  melakukan perbaikan. “Kalau kerugiannya antara Rp 200- Rp 250 juta,’’ tandasnya.(ira/feb)