Satu Lagi Pemubunuh Siswa SMK PGRI 2 Tertangkap

KEPANJEN – Satu lagi pelaku pembunuhan terhadap Edwin Trio Febrian (18), siswa SMK PGRI 2 Kota Malang, di Kabupaten Lumajang, tahun 2014 lalu, berhasil dibekuk. Yakni Rodiasik alias Asel alias Kopi Hitam, (35), warga Desa Sidorenggo, RT 23 RW 05, Kecamatan Ampelgading, yang ditangkap Satreskrim Polres Malang di rumahnya.
Kasat Reskrim Polres Malang AKP Wahyu Hidayat SIK mengatakan, tersangka ditangkap Sabtu (9/5) dini hari. “Begitu mendapatkan informasi yang bersangkutan di rumah, langsung dilakukan penggrebekan. Saat ditangkap, yang bersangkutan tidak bisa mengelak lagi,” ujarnya kepada Malang Post kemarin.
Dijelaskannya, setelah ditangkap tersangka ini diinterogasi di Polsek Ampelgading. Setelah diperiksa, tersangka kemudian dilimpahkan ke Mapolres Lumajang. “Karena Tempat Kejadian Perkaranya (TKP) berada di Kabupaten Lumajang, maka tersangka kami serahkan ke Polres Lumajang,” terang pria berkacamata ini.
Menurutmya, selama ini tersangka menjadi incaran Polres Malang karena masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polda Jatim. Polres selama ini terus mengawasi rumah dan gerak-gerik orang terdekatnya.
“Saat tersangka ini pulang, kami tidak menyia-nyiakan kesempatan itu dengan menangkapnya,” terang Perwira Pertama (Pama) dengan tiga balok di pundaknya ini. Dijelaskannya, peristiwa pembunuhan itu terjadi pada bulan Mei 2014 yang lalu. Lokasi pembunuhan berada jurang di Jembatan Perak, daerah perbatasan Kabupaten Malang-Kabupaten Lumajang.
“Tersangka ini melakukan perampokan dan pembunbuhan itu, bersama empat pelaku lainnya. Tiga orang berhasil ditangkap dan divonis, sedangkan dua pelaku lainnya, masih dalam pengejaran,” terang mantan Kasat Reskrim Polres Tuban ini.
Kasus ini terjadi bermula ketika lima pelaku tersebut merampas motor dan barang berharga milik korban. Setelah melakukan perampasan, pelaku juga melakukan pembunuhan terhadap korban.
“Kami sifatnya hanya membantu Polres Lumajang untuk mengungkap kasus ini. Kami juga siap membantu mencari dua DPO lain. Tentunya bila dua DPO tersebut, terindikasi muncul di wilayah hukum Polres Malang,” pungkasnya. (big/feb)