Polisi Periksa Rekan Korban

KEPANJEN – Kepolisian terus berupaya melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab tewasnya ibu dan anak, Rembati (79) dan Hariyadi (47), yang tidak wajar. Perkembangan terbaru, hingga kemarin Satreskrim Polres Malang dan Unit Reskrim Polsek Lawang, telah memintai keterangan dari lima orang saksi, terkait kasus ini.
Kasat Reskrim Polres Malang AKP Wahyu Hidayat SIK mengatakan, lima orang saksi tersebut, sudah diperiksa di Polsek Lawang. “Kami belum mengarah kepada nama pelaku yang dicurigai. Karena kami masih menunggu hasil pemeriksaan otopsi dan hasil laboratorium forensik Polda Jawa Timur,” ujarnya saat dihungi Malang Post kemarin.
Ketika didesak identitas lima orang saksi yang sudah diperiksa tersebut, mantan Kasat Reskrim Polres Tuban ini, masih enggan mengungkapkannya. Namun, informasi yang berhasil dihimpun, lima orang saksi itu yakni Bambang (anak Rembati) serta dua orang warga yang pertama kali menemukan tewasnya ibu dan anak ini, di dalam rumahnya.
Mereka yakni Maimunnah dan Nunuk yang merupakan warga sekitar. Sedangkan seorang saksi lagi, belum diketahui secara pasti identitasnya. Menurut informasi yang berkembang, seorang saksi itu merupakan rekan kerja dari anak korban, yakni Hariyadi. Sedangkan saksi Maimunnah, diketahui merupakan tetangga korban.
Untuk Nunuk, diketahui sebagai istri dari Ketua RT 03 RW 05, Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Lawang. Untuk seorang saksi lagi, yakni istri Bambang yang belum diketahui identitasnya. Sedangkan Maimunnah, kesehariannya membantu Hariyadi berbelanja bahan panganan, untuk dimasak dan dikonsumsi bersama ibunya.
Disinggung mengenai lima nama saksi yang berkembang itu, Wahyu belum mengungkapkannya. Pihaknya saat ini mengaku tengah fokus memintai keterangan dari para saksi tersebut. “Yang jelas, hingga saat ini kami telah memeriksa lima orang saksi,” ungkap Perwira Pertama (Pama) dengan tiga balok di pundaknya ini.
Lanjut dia, pengusutan kasus ini juga dilakukan oleh Unit Reskrim Polsek Lawang. Karena penanganan kasus ini, bersinergi antara Polres Malang dan Polsek Lawang. “Kami terus berupaya mengusut tuntas kasus ini. Tidak menutup kemungkinan kami memeriksa saksi yang lain, terkait kasus tersebut,” ujar pria berkacamata ini.
Dijelaskannya, upaya memintai keterangan saksi lebih banyak lagi, perlu dilakukan. Karena sebagai bahan untuk menghimpun keterangan dan mengungkap kasus ini. Sedangkan untuk mengungkap penyebab kematian dari keduanya, dikatakannya akan diketahui melalui otopsi RSSA Kota Malang dan hasil labfor Polda Jawa Timur.
“Secepatnya kami akan mengirim sampel ke Labfor Polda Jawa Timur. Sampel yang akan dikirimkan itu berupa darah, air liur, makanan, minuman dan cairan yang ada di tubuh korban. Paling lama sebulan, hasil labfor sudah diketahui,” paparnya.
Sedangkan disinggung mengenai dugaan nama pelakunya, dia belum mengarah ke situ.
“Penyebab kematiannya belum diketahui, jadi belum bisa kami menetapkan terduga tersangkanya,” imbuhnya.  
Sebagai informasi, ibu dan anak, bernama Rembati dan Hariyadi  tewas mengenaskan di rumahnya, Jumat (8/5) lalu. Peristiwa itu menggemparkan warga Gang Pisangrenggo, RT 03 RW 05, Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Lawang, kuat dugaan, keduanya tewas akibat racun tikus yang ada di makanan. Namun, belum pasti apakah racun itu merupakan bunuh diri yang sengaja dilakukan keduanya, maupun racun yang disengaja oleh orang lain.(big/ary)