Empat Kali Kuras Rumah Ketua PPK Jabung

Ahmad Abdul Slamet alias Madun dengan barang bukti motor Suzuki Spin N 4558 JB yang diamankan petugas.

JABUNG – Aksi kejahatan tidak mengenal siapapun, Ahmad Abdul Slamet (27) alias Madun. nekat mencuri motor Suzuki Spin nopol N 4558 JB, milik Samsul Arifin, 46 tahun, warga Jalan Hasanudin RT06 RW02 Desa Kemantren, Jabung yang masih tetangganya sendiri.
“Pencurian dilakukan tersangka Rabu (6/5) dinihari lalu. Dan tersangka kami tangkap sore kemarin (minggu),’’ kata  Kapolsek Jabung AKP Yatmo.
Tersangka ditangkap di Jalan Melati, Desa Kepanjen Kidul, Kota Blitar. Pencurian motor yang dilakukan di rumah Samsul merupakan pencurian yang ke empat. Pencurian pertama pertengahan 2014 lalu, Madun berhasil mengambil Handphone. Beberapa bulan kemudian, Madun kembali mencuri di rumah ketua PPK tersebut. Pencurian kedua ini dia berhasil membawa kabur uang.
“Setelah mendapat HP dan uang, tersangka kembali datang ke rumah korban Samsul, dan berhasil membawa kabur sepeda pancal,’’ kata Yatmo.
Tiga kali sukses, Madun pun ketagihan. Terbukti Rabu (6/5) dinihari lalu, dia kembali datang ke rumah Samsul. “Saya naik pagar setinggi 1.5 meter, kemudian masuk rumah dengan cara mencongkel jendela menggunakan gunting,’’ kata Madun.
Pria yang mengaku belum menikah ini mengatakan menemukan gunting tidak jauh dari jendela.  Berhasil masuk, Madun pun langsung ke ruang  tengah. Di ruang yang biasa digunakan Samsul istrirahat ini Madun mendapati kunci kontak. Kunci itupun diambilnya. Tersangka menuju ke garasi yang ada di sampingi rumah korban.
“Di garasi ada motor, kemudian saya keluarkan,’’ kata Madun yang menyebutkan, saat itu dia sempat pulang ke rumahnya, selanjutnya kabur ke Blitar.  “Tersangka membawa motornya di Blitar, karena dia bekerja sebagai kuli bangunan disana. Saat di tempat kosnya itu, tersangka mencopot nopol kendaraan,’’ tambah  Kapolsek.
Kasus pencurian itu sendiri kali pertama diketahui oleh istri korban. Korban pun kemudian melapor ke Polsek Jabung pagi hari kemudian. “Setelah mendapatkan laporan, anggota langsung melakukan penyelidikan. Dari penyelidikan itulah kemudian diketahui pencuri motor tersebut adalah Madun yang merupakan tetangganya,’’ urai Kapolsek.
Sementara itu Madun menyebutkan, jika ini bukan kali pertama Madun berurusan dengan pihak yang berwajib.  Sejak 2005 lalu, pria dengan tato di tangan kirinya ini sudah keluar masuk sel tahanan. “Tahun 2005 lalu, saya mencuri kelapa, kemudian tahun 2007 saya mencuri burung, tahun 2008 mencuri sepeda angin, dan tahun 2009 mencuri onderdil motor,’’ katanya.
Aktifitas mencuri itu dilakukannya sendiri. Alasannya, dia butuh uang untuk bersenang-senang. “Penghasilan saya menjadi kuli bangunan sedikit. Saya sudah jalan-jalan, dan mentraktir teman, jadi saya mencuri,’’ katanya enteng.(ira/aim)