Nongkrong Dipasar Bawa Keris Trisula

Witono dengan barang bukti senjata tajam yang diamankan petugas

MALANG – Anggota Polsek Pakis, Minggu (10/5) malam lalu menangkap Witono. Pria 47 tahun ini ditangkap, di depan Pasar Pakis, karena kedapatan membawa senjata tajam. Dari tangan warga Dusun Glongsor Kidul, Desa Sidorejo, Jabung ini petugas mengamankan barang bukti satu keris trisula dan sarung.
“Senjata tajam itu oleh tersangka dibungkus sarung dan diselipkan pada pinggang belakangnya,’’ kata Kapolsek Pakis AKP Herry Purwanto kepada Malang Post, kemarin.
Tertangkapnya Witono berawal, saat petugas melakukan patrol di wilayah Pasar Pakis. Di depan pasar petugas melihat orang mencurigakan.
 “Gerak-geriknya mencurigakan. Beberapa kali dari pantauan kami dia melihat ke kanan-kiri, depan maupun belakang,’’ kata Kapolsek.
Curiga orang yang dimaksud adalah pelaku kriminal, petugas pun mendekat. Kecurigaan petugas kian menjadi karena saat itu Witono berusaha kabur. “Sempat hendak kabur, kemudian oleh anggota dikejar dan berhasil ditangkap,’’ kata perwira dengan tiga balok di pundak ini.
Begitu ditangkap, petugas pun langsung menggeledahnya. Saat itulah ditemukan satu senjata tajam dengan bentuk keris trisula yang dibungkus dengan kain sarung. “Begitu kami menemukan senjata tajam, tersangka pun langsung kami bawa ke Polsek untuk penyelidikan lebih lanjut,’’ kata mantan Kanitreskrim Polsekta Lowokwaru.
Kepada Malang Post, Witono mengatakan keris itu dibawa bukan untuk melakukan perbuatan kriminal. Keris peninggalan kakek buyutnya tersebut dibawa untuk berjaga-jaga. “Sering dapat informasi banyak begal beraksi malam hari. Jadi saya jaga-jaga,’’ kata Witono.
Dia juga menyebutkan, malam itu berniat nonton kuda lumping di Saptorenggo. Tapi niat itu diurungkan, karena kurang enak badan. Selanjutnya, Witono memilih untuk nongkrong di Pasar Pakis. “Saat ditangkap saya akan membeli nasi,’’ katanya. Witono juga mengaku sangat kaget saat dia  ditangkap, dan sama sekali tidak menyangka.(ira/aim)