Baru Jadian, Dua Siswi SMP Disetubuhi

Kedua tersangka asusila yang diamankan Polres Malang.

MALANG – Modus pacaran untuk merengut keperawanan kembali terjadi. Dua pemuda asal  Dusun Biruasri, Desa Gunungrejo, Kecamatan Singosari, M Fajar Shodiq, 17 tahun dan Hermansyah alias Kevin, 23 tahun, tega berbuat bejat terhadap dua siswi asal Singosari. Keduanya disetubuhi saat diajak rekreasi ke Balekambang beberapa waktu lalu.
Mereka dilaporkan kedua orangtua, Mawar (nama samaran) 15 tahun, warga Kelurahan Losari, Singosari dan Melati (nama samaran) 14 tahun, warga Kelurahan Candirenggo, Singosari. Kedua korban yang masih berstatus pelajar SMP ini, mengaku telah disetubuhi oleh kedua tersangka. Menurut keterangan kedua tersangka, hubungan mereka dengan kedua korban adalah sepasang kekasih. Mawar merupakan kekasih Fajar, sedangkan Melati kekasih Kevin. Mereka berkenalan pada pertengahan bulan Maret lalu.
"Kami berkenalan ketika nongkrong di tempat ojek-ojekkan di sekitar Candirenggo Singosari. Setelah berkenalan kami lalu bermain ke tempat Sumberawan, lalu bertukar nomor handphone," ujar Kevin yang diamini Fajar.
Dari nomer HP itulah, kemudian keduanya sering berkomunikasi dan sepakat untuk berpacaran. Selanjutnya pada 21 Maret, kedua tersangka mengajak kedua korban bermain ke Pantai Balekambang Bantur. Mereka berangkat dengan berboncengan motor.
"Sebelum ke Pantai Balekambang, kami menginap di rumah teman di sekitar Bantur. Karena saat perjalanan hujan deras. Ketika di rumah teman itulah, kami melakukan hubungan intim. Kami melakukannya karena atas dasar suka sama suka. Baru keesokan harinya (Minggu) kami pergi ke Pantai Balekambang," jelas kedua tersangka.
Sepulang dari Pantai Balekambang, kedua korban tidak langsung diantarkan pulang. Keduanya dibawa pulang ke rumah Kevin. "Karena kedua korban tidak pulang ke rumah inilah, orangtuanya lalu melaporkan anak hilang," ujar Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat.
Kedua korban baru dipulangkan ke rumahnya keesokan harinya (Senin 23 Maret, red). Ketika diantarkan pulang, kedua korban awalnya tidak mengakui kalau disetubuhi oleh kedua tersangka. Mawar dan Melati mengatakan kalau mereka pergi jalan-jalan ke Pantai Balekambang dengan kedua tersangka. Laporan hilang dari rumah itupun dicabut oleh orangtua korban.
Baru beberapa hari kemudian, keduanya mengadu kepada orangtuanya kalau disetubuhi oleh kedua tersangka. Berangkat dari pengaduan itulah, orangtua korban yang tidak terima lantas melaporkannya ke polisi.
"Berdasarkan laporan kedua orangtua korban itulah, kami langsung menangkap keduanya di tempat kerjanya. Mereka kami jerat dengan pasal persetubuhan terhadap anak di bawah umur," jelas mantan Kasatreskrim Polres Tuban.(agp/aim)