Kesal Diajak MLM, Happy Dihabisi

MALANG – Andai tidak ada warga yang memergoki dan menyelematkannya, mungkin Happy Nurfitri, 20 tahun sudah tak lagi bernyawa. Warga Dukuh Krajan, Desa Ngabab, Pujon ini, awal pekan lalu, nyaris menjadi korban pembunuhan yang dilakukan LUN alias Ken, 17 tahun, warga Dusun Krajan Kidul, Desa/Kecamatan Gedangan. 
Siswa salah satu Madrasah Aliyah (MA) di Kabupaten Mala ng tersebut, berusaha membunuh Happy teman kenalannya karena ingin menguasai motor Honda Beat N 4271 LV milik korban. Beruntung warga sekitar yang mendengar teriakan korban, segera datang dan langsung mengamankan LUN alias Ken.
“Tersangka Ken ini, sebelum kami amankan lebih dulu ditangkap oleh warga. Ia mengakui semua perbuatannya yang berusaha merampas motor dan berusaha membunuh korban,” ujar Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat.
Diperoleh keterangan, hubungan antara Ken dengan korban adalah teman. Keduanya saling kenal lewat blackberry messenger (BBM). Dalam obrolan lewat BBM, Happy mengaku memiliki bisnis multi level marketing (MLM). Ia ngotot mengajak Ken untuk bergabung dengan bisnis yang dijalankan.
Happy memberi iming-iming akan memberikan bonus besar, jika Ken mau bergabung. Ken sempat menolak, lantaran tidak memiliki uang. Namun Happy terus ngotot dan mengejar supaya mau.
Karena kesal dengan ajakan Happy itu, Ken merencanakan sesuatu. Senin (11/5) siang sekitar pukul 13.00, Ken dan Happy janjian untuk bertemu. Mereka bertemu di sekitar Kepanjen. Setelah bertemu dan ngobrol sebentar, Ken mengajak Happy ke Sungai Brantas di Desa Sukoharjo, Kepanjen. Pengakuannya untuk mengambil helm di rumah temannya.
Saat di pinggir sungai, dia diminta untuk menunggu di motor. Sedangkan Ken, pergi ke perkampungan. Tak lama kemudian, Ken kembali. Saat kembali itu, ia melihat korban duduk di atas motor, dengan kepala bersandar di motor.
Melihat hal itu, Ken langsung muncul niatan untuk merampas motor. Ia mencari kayu, selanjutnya memukulkan ke leher belakang Happy. Sekali pukul Happy langsung jatuh terkapar. Mengetahui yang memukul Ken, Happy berusaha melawan. Tetapi Ken yang seperti kesurupan, langsung mencekiknya.
Sadar kalau nyawanya terancam, Happy lalu berusaha berontak dan berteriak minta tolong. Matari dan Sutikno, warga sekitar yang mendengar teriakan lalu datang menolong korban, kemudian menangkap Ken dan diserahkan ke Polres Malang.
“Ken kami jerat dengan tindak pidana percobaan pembunuhan dan perampasan motor, dengan ancaman hukuman sekitar 9 tahun kurungan penjara,” sambung mantan Kasatreskrim Polres Tuban.(agp/aim)