Penjual dan Pembeli Pupuk Bersubsidi Jadi Tersangka

Kedua tersangka beserta barang bukti pupuk bersubsidi yang diamankan Polisi.

MALANG – Penyidik Reskrim Polres Malang, menetapkan Sugeng Abadi, 44 tahun, Warga Dusun Krajan, Desa Kidal, Tumpang sebagai tersangka penyalahgunaan pupuk bersubsidi.  Sebelumnya ia ditangkap anggota Koramil 0818/20 Tajinan bersama anggota Korem 083/Baladhika Jaya, di depan Pasar Tajinan, Senin (11/5) malam.
Selain Sugeng, Polres Malang juga menetapkan Zaenal Arifin sebagai tersangka. Warga Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi ini, ikut dijadikan tersangka karena menjual pupuk subsidi di luar wilayah.  Keduanya dijerat dengan pasal 6 ayat 1 huruf a dan b, Undang-undang Darurat nomor 7 tahun 1955 tentang tindak pidana ekonomi, jo pasal 30 ayat 2 dan 3 serta Permendag No 15/M/dag/per/4/2013 jo Perpres nomor 15 Tahun 2011 tentang perubahan Perpres nomor 77 tahun 2005 tentang penetapan pupuk bersubsidi dalam pengawasan.
“Untuk barang bukti pupuk akan kami titipkan di KUD Kepanjen, seperti barang bukti pupuk sebelumnya. Nantinya pupuk tersebut akan dilelang, namun menunggu keputusan dari Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen,” terang Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat kepada Malang Post, kemarin.
Dalam pemeriksaan Zaenal mengatakan, dirinya mengaku bahwa tindakannya menjual pupuk bersubsidi di luar wilayah memang salah. Ia menjual pupuk pada Sugeng, lantaran mengatakan akan dipakai sendiri.
“Ia (Sugeng Abadi, red) mengatakan kalau pupuk di wilayahnya habis dan langka, makanya saya terpaksa menjual kepadanya karena stok pupuk saya masih banyak,” ujar Zaenal.
Sekadar informasi, anggota TNI AD, kembali menggagalkan upaya penimbunan pupuk bersubsidi di wilayah Kabupaten Malang. Senin (11/5) malam, Koramil 0818/20 Tajinan bersama anggota Korem 083/Baladhika Jaya mengamankan sebanyak 3 ton pupuk bersubsidi.
Pupuk bersubsidi itu diamankan dari Sugeng Abadi, 44 tahun, warga Dusun Krajan, Desa Kidal, Kecamatan Tumpang. Sugeng serta barang bukti pupuk, ditangkap ketika melintas di depan Pasar Tajinan. Pupuk diangkut dengan menggunakan truk boks N 8170 AG. Jenis pupuk yang diamankan adalah, Phonska sebanyak 28 sak, ZA sebanyak 18 sak, Urea sebanyak 6 sak serta SP sebanyak 5 sak, total beratnya sekitar 3,1 ton.(agp/aim)