Wanita Bertato Tewas Misterius di Tunjungsekar

Petugas sedang evakuasi mayat wanita bertato lumba-lumba (inset)

MALANG – Mayat wanita dengan gambar tato dua lumba-lumba di bagian pinggang  ditemukan mengapung di saluran irigasi Jalan Ikan Kakap Gg I RT01 RW08, Kelurahan Tunjungsekar, Kota Malang kemarin. Saat ditemukan, posisi mayat terelungkup dengan wajah tenggelam di air ini sudah membusuk bercampur lumpur.  Penemuan mayat inipun sontak mengundang perhatian warga.  Terlebih,  lokasinya hanya sekitar 25 meter saja dari pemukiman warga.
 “Kalau dari kondisinya, ada dugaan mayat ini tewas antara 3-4 hari lalu. Untuk kepastiannya kami masih menunggu hasil otopsi,’’ kata Wakapolres Malang Kota Kompol Budi Santosa SIK  kepada Malang Post kemarin.
Informasi dihimpun Malang Post menyebutkan mayat wanita ini kali pertama ditemukan oleh Buang, penjaga makam Kelurahan Tunjungsekar. Sekitar pukul 08.30 WIB, Buang berjalan di areal persawahan. Saat itu dia mencium bau busuk. Ia menduga bau busuk tersebut berasal dari bangkai hewan, Betapa kagetnya dia saat  melihat  sosok tertelungkup  di  saluran irigasi tidak jauh dari dia berjalan. Buang  kemudian memanggil warga lainnya, untuk kemudian mengecek benda tersebut. “Saat mendekat baunya makin busuk, dan tubuhnya sudah banyak dihinggapi lalat,’’ kata Buang.
Ia menuturkan mayat tersebut  masih menggunakan pakaian, hanya saja bagian atasnya sudah tersingkap.  Sedangkan pada bagian bawah mengenakan  celana pendek hingga paha. Warga  kemudian  langsung menghubungi anggota Polsekta Lowokwaru, yang seketika itu datang. Petugas pun  langsung melakukan olah TKP.
Tidak hanya melihat kondisi korban yang masih berada di air, petugas juga menyisir tempat dimana korban ditemukan.  Tujuannya adalah untuk melihat apakah ada kejanggalan, atau identitas korban di TKP. “Petugas kami  sudah melakukan penyisiran di TKP, tapi sejauh ini  belum menemukan apa-apa,’’ tambah Budi mengakui mayat tersebut sama sekali  tidak memiliki identitas.
Usai melakukan olah TKP, petugas bersama anggota PPMR, SAR Pakem, dan TRC Kota Malang yang datang langsung mengevakuasi korban. Mayat korban dimasukkan ke kantong mayat, untuk kemudian dibawa ke Kamar Jenazah RSSA Malang. Di kamar jenazah ini mayat tersebut lebih dulu dibersihkan, untuk kemudian diambil sidik jarinya, oleh tim identifikasi Polres Malang Kota.
Beberapa  warga menduga jika mayat dengan ciri-ciri memiliki gambar tato dua lumba-lumba di pinggang belakangnya ini adalah korban pembunuhan. Dugaan itu memang cukup kuat, itu karena saat ditemukan terdapat luka lebam di sejumlah tubuh korban. Luka lebam tersebut diantarannya di bawah dagu, lengan dan siku kiri, serta dada. Bukan itu saja, salah satu lengan baju yang dikenakan korban juga lepas. “Saat kami temukan bajunya tersikap ke atas, satu lengannya sudah lepas,’’ kata anggota PPMR Kota Malang, Agus Demit .
Namun begitu, pria yang kemarin ikut terlibat dalam evakuasi mayat tersebut tidak dapat memastikan lepasnya lengan kaos itu akibat dari tindak  kekerasan ataukah tidak. “Kalau melihat kondisi sungainya tidak  deras. Sungai juga tidak dalam. Tapi sekali lagi, untuk konfirmasi kejelasannya langsung sama petugas kepolisian saja,’’ katanya.
 Wakapolres Malang Kota Kompol Budi Santosa SIK  belum memastikan  kebenaran dugaan tersebut.Ia hanya menyatakan pihaknya  terus melakukan penyelidikan, dengan menurunkan tim ke TKP. “Kasus ini ditangani oleh Polsekta Lowokwaru, kami hanya melakukan back up. Tapi yang jelas, saat ini tim masih melakukan penyelidikan,’’ tandasnya. (ira/nug)