Tewas Karena Dicekik dan Dipukuli

MALANG–Dugaan pembunuhan terhadap mayat wanita bertato lumba-lumba di pinggang belakang kian kuat. Itu seiring dengan ditemukannya luka memar di leher korban yang diduga akibat cekikan. Bukan itu saja, luka memar di dada juga menguatkan korban yang diperkirakan berusia  20-22 tahun ini dibunuh.
Luka memar di leher tersebut ditemukan petugas setelah jasad korban dibersihkan. Saat ditemukan, korban mengenakan pakaian kaos warna putih garis-garis hitam dan hot pant biru kain jeans warna biru. Menurut salah satu petugas, ada dugaan luka memar di leher tersebut akibat cekikan, sedangkan luka di dada akibat dipukul.
“Luka di leher terlihat melingkar, dugaannya korban dicekik. Tapi sebelum dicekik korban lebih dulu dipukul,’’ urai salah satu sumber Malang Post.
Menurut  sumber yang meminta namanya tidak disebutkan di koran ini, kali pertama ditemukan kondisi mayat sebetulnya sudah sangat memprihatinkan. Selain kotor karena terbenam di air bercampur lumpur, kondisinya sudah membusuk.
“Terlihat jelas luka lebamnya. Tapi setelah dibersihkan luka lebamnya kian jelas,’’ tambah pria tersebut.
Dugaan lain yang menguatkan adalah, baju korban yang tersingkap dengan bagian lengan kanannya yang sudah terlepas. Selain itu juga ditemukan luka memar di lengan serta siku kiri korban.  “Ini masih dugaan, untuk kepastiannya tetap menunggu hasil otopsi,’’ kata pria yang wanti-wanti agar namanya tidak disebutkan dikorankan tersebut.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Malang Kota AKP Adam Purbantoro SIK saat dikonfirmasi, enggan menduga-duga. Dia memilih untuk menunggu hasil otopsi.
Dikonfirmasi Malang Post kemarin, perwira dengan tiga balok di pundak ini mengatakan sampai saat ini mayat wanita yang ditemukan di sungai saluran irigasi Jalan Ikan Kakap Gg I RT01 RW08, Kelurahan Tunjungsekar, Kota Malang, Kamis (14/5) lalu belum memiliki identitas. Hal inilah yang menjadikan petugas sedikit kesulitan dalam melakukan penyelidikan.
“Kami sudah menyebarkan informasi tentang ciri-ciri mayat yang ditemukan. Tapi sejauh ini belum ada keluarga yang datang,’’ katanya.
Tidak adanya keluarga itu juga mempengaruhi proses otopsi. Terlebih peraturan di RSSA Malang mewajibkan adanya persetujuan keluarga saat proses otopsi. “Inilah kendalanya. Jika keluarga ada, dan identitasnya ditemukan kami tidak kesulitan dalam melakukan penyelidikan,’’ katanya, sembari menyebutkan jika identitas menjadi kunci utama penyelidikan.
Adam menegaskan pihaknya tidak pernah putus asa. Meski tidak ada keluarga yang datang proses otopsi tetap harus dilakukan.
“Besok (hari ini) otopsi tetap harus dilakukan. Ini untuk memudahkan penyelidikan,’’ katanya. Selain itu pihaknya juga terus melakukan penyelidikan. Bahkan, beberapa kali anggotanya mendatangi TKP, untuk mencari alat bukti yang tertinggal. “Kami juga koordinasi dengan Polsek di Malang Raya, untuk membantu menyebarkan identitas mayat,’’ tandasnya.
Sementara di kamar jenazah RSSA Malang kemarin, juga terlihat sepi. Dari pantauan Malang Post tidak ada keluarga yang menanyakan Mrs X tersebut.  “Belum-belum ada keluarga yang datang. Saat ini mayar masih ada di ruang penyimpanan,’’ kata petugas dari kamar jenazah RSSA Malang kemarin.
Seperti yang diberitakan koran  ini sebelumnya mayat wanita tanpa identitas kemarin ditemukan tewas. Mayat yang memiliki gambar tato dua lumba-lumba di pinggang belakangnya ini ditemukan mengapung di sungai saluran irigasi Jalan Ikan Kakap Gg I RT01 RW08, Kelurahan Tunjungsekar, Kota Malang.
Saat ditemukan, posisi mayat terelungkup dengan wajah tenggelam di air bercampur lumpur.  Penemuan mayat inipun sontak mengundang perhatian warga. Terbukti, tidak lama informasi kabar penemuan mayat ini terdengar, warga pun langsung berdatangan ke TKP.  
Mayat tersebut memiliki ciri-ciri berjenis kelamin wanita, usia diperkirakan 20-22 tahun, rambut sebahu, dengan warna kulit kuning. Mayat wanita ini memiliki tinggi sekitar 162 centimeter. Saat ditemukan menggunakan pakaian, atasan kaos dengan warna putih garis-garis hitam, sedangkan bawahannya menggunakan celana pendek (hot pants) jeans warna biru.  Selain ciri-ciri tersebut di atas, juga ditemukan tato bergambar dua lumba-lumba di  pinggang bagian belakangnya.(ira/ary)