Gendam Petani, Warga Kebalen Babak Belur

MALANG – Satu dari dua pelaku gendam asal Jalan Sidosadar Gg I, Kelurahan Kebalen Wetan, Kedungkandang, Minggu pagi kemarin babak belur. Adalah Buhari yang menjadi bulan-bulanan warga Dusun Sekaran, Desa Sekarpuro, Pakis, setelah tertangkap tangan menipu, Jamil, 70 tahun, warga Desa Bunut Wetan, Pakis.
Setelah kondisinya babak belur, pria berusia 50 tahun itu, langsung diserahkan ke petugas Polsek Pakis, bersama barang bukti uang sebesar Rp 600 ribu. Sedangkan seorang rekannya bernama Sori, berhasil kabur dari kejaran warga dengan mengendarai sepeda motor.
“Rekannya yang kabur, saat ini masih kami buru. Yang jelas identitasnya sudah kami kantongi,” ujar Kanitreskrim Polsek Pakis, Ipda Ronny Margas, kemarin.
Diterangkan Ronny, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 06.00. Pagi itu, korban yang diketahui sebagai petani ini, sedang pergi melihat kebun sengon miliknya di Dusun Sekaran, Desa Sekarpuro, Pakis. Ketika sedang melihat-lihat pohon sengonnya, tiba-tiba datang dua orang pelaku berboncengan motor.
Keduanya lalu turun dari motor dan menghampiri korban. Kepada Jamil, kedua pelaku mengaku sebagai orang pintar. Mereka mengatakan bisa membuat kebun sengon milik korban tumbuh subur. Setelah ngobrol lama dan meyakinkan, kedua pelaku awalnya meminta uang Rp 20 ribu. Begitu diberi oleh korban, uang tersebut lalu diberi jampi-jampi dengan doa. Setelah itu, uang dikembalikan lagi pada korban.
Kemudian pelaku meminta uang Rp 600 ribu yang dibawa korban. Setelah diberi, pelaku mengambil sebuah batu kerikil. Batu tersebut diberi doa-doa, dan diberikan pada korban untuk diminta membuang di tengah kebun sengon.
Saat korban mau membuang batu kerikil di tengah kebun inilah, kedua pelaku lalu berusaha kabur dengan naik motor. Korban yang mengetahui langsung mengejar, dan berhasil menarik baju tersangka Buhari hingga terjatuh. Saat terjatuh, korban lantas berteriak minta tolong hingga mengundang warga sekitar.
Warga lantas berdatangan dan membantu menangkap Buhari, yang kemudian dipukuli ramai-ramai. Sedangkan temannya Sori, berhasil kabur. “Pengakuan tersangka baru sekali. Tetapi kami tetap mengembangkan kasusnya, siapa tahu ada korban lainnya,” tutur Ronny. (agp/udi)