Koper Isi Buku Sekolah, Gegerkan Warga Pakis

MALANG – Warga sekitar Dusun Tegal Pasangan, Desa Pakis Kembar, Kecamatan Pakis, Minggu (17/5) dini hari digegerkan dengan temuan sebuah koper misterius, yang diduga berisi bom. Koper warna hitam merek Polo Victory tersebut, ditemukan tergeletak di depan toko sekaligus rumah milik Mat Rokim.
Tidak ada yang berani mendekat apalagi membuka koper misterius tersebut. Untuk mengantisipasi adanya korban, Polsek Pakis yang mendapat laporan langsung memasang police line. Sekitar dua jam setelah ditemukan, koper tersebut baru dievakuasi oleh Tim Jihandak dari Brimob Ampeldento Pakis.
Kali pertama, koper misterius itu ditemukan oleh Jaelani, warga setempat, sekitar pukul 23.45 WIB. Saksi menemukannya, saat hendak membeli rokok di toko milik Mat Rokim. Karena curiga dengan koper tersebut, Jaelani lantas memberitahukan kepada Mat Rokim, serta Mustofa yang kebetulan tak jauh dari lokasi.
Saat diberitahu, baik Mat Rokim dan Mustofa, juga tidak tahu asal usul koper tersebut. Mereka tidak berani membuka karena khawatir berisi bom. Akhirnya temuan koper tersebut, diberitahukan kepada Ngalimin, Ketua RW setempat.
Kemudian, bersama-sama dengan saksi lainnya, mereka melaporkannya ke Polsek Pakis. Polisi yang mendapat laporan, langsung datang ke lokasi. Untuk mengamankan lokasi, petugas memasang police.
Selanjutnya, untuk proses evakuasi, Tim Jatanras bersama Tim Identifikasi Polres Malang, termasuk Tim Jihanda dihubungi. Evakuasi dilakukan mulai pukul 02.00. “Proses evakuasi koper, butuh waktu agak lama karena harus hati-hati,” ujar Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat.
Namun setelah dibuka, ternyata isinya tidak ada barang yang membahayakan. Isi koper itu hanya buku-buku sekolah dan buku tafsir. Dari salah satu buku, ada nama Elvianti. Setelah diselidiki, Elvianti adalah putri Siti, warga sekitar yang mengenyam pendidikan di sebuah Pondok Pesantren di Bangil, Pasuruan.
Untuk mengungkap kebenaran, polisi memanggil orangtua Elvianti. Dari sini diketahui, bahwa koper itu memang milik anaknya yang nyantri di Ponpes Bangil. Koper itu dibawa oleh orangtua Elvianti, dan tertinggal di lokasi setelah diturunkan dari mobil Taxi.
“Orangtua Elvianti, saat itu baru menjenguk anaknya di Ponpes. Koper isi buku-buku itu, sengaja dibawa pulang oleh orangtuanya karena anaknya mau liburan. Saat dibawa pulang dan diturunkan dari mobil, koper itu lupa tidak dibawa pulang, mungkin karena kecapekan dan ngantuk,” jelas Wahyu. (agp/udi)