Lagi-Lagi Selfie Tewaskan Remaja

MALANG – Rombongan wisata asal Mojokerto ke Pantai Bajulmati, Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Minggu kemarin berakhir duka. Tujuh orang tergulung ombak saat asyik selfie, dengan membelakangi laut. Satu diantaranya tewas, sedangkan enam lainnya selamat. Kasus ini menambah daftar panjang, jumlah remaja yang tewas saat sedang foto narsis.
Korban tewas diketahui bernama Susiana, 20 tahun, warga Desa Banjarsari, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. Karyawati pabrik talang ini, tenggelam dan terseret ombak, karena tidak bisa berenang. Sedangkan enam korban selamat, dua diantaranya bernama Enggar, 20 tahun, warga Desa Pojokrejo, Kesamben, Jombang dan Mei, 25 tahun, asal Mojokerto.
“Enam temannya selamat, karena begitu terseret ombak mereka bisa berenang ke tepian. Sedangkan korban, yang tidak bisa berenang langsung tenggelam,” ujar Kasatpolair Polres Malang, AKP Nyoto Gelar.
Rombongan wisatawan ini, datang ke Pantai Bajulmati dengan mengendarai tiga unit mobil. Mereka berjumlah sekitar 20 orang. Rombongan berangkat ke Pantai Bajulmati, Sabtu malam pukul 23.00 dan tiba sekitar pukul 05.30.
Setiba di Pantai Bajulmati, korban dan teman-temannya tidak langsung bermain air. Mereka istirahat terlebih dahulu selama satu jam. Baru sekitar pukul 06.30, Susiana bersama keenam temannya foto-foto selfie di pinggir pantai.
“Saat foto-foto itu, ombak pertama tidak terlalu besar. Namun tiba-tiba ombak kedua datang besar dan langsung menggulung ketujuh orang tersebut,” tutur Nyoto.
Enam temannya selamat setelah berhasil berenang ke tepian. Sedangkan korban yang tidak bisa berenang, terseret ke tengah laut dan tenggelam. Beberapa temannya yang mengetahui tidak bisa berbuat apa-apa. Termasuk petugas yang berjaga di pantai, juga tidak bisa menolong.
Tubuh Susiana, baru bisa dievakuasi oleh petugas sekitar pukul 09.00. Itupun ditemukan sekitar jarak 400 meter dari lokasinya tenggelam. Kondisinya sudah tidak bernyawa.
Setelah dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke kamar mayat RSSA Malang, untuk dimintakan visum. “Berdasarkan keterangan saksi-saksi, korban terseret ombak dan tenggelam karena murni kecelakaan,” sambung Kapolsek Gedangan, AKP Edy Sunyata.
Perwira dengan pangkat balok tiga ini mengatakan, bahwa peristiwa korban tenggelam di Pantai Bajulmati, sudah sering terjadi. Hampir setiap tahun, ada korban yang tenggelam. Lokasinya pun sama, yaitu di dekat batu lubang.
“Mereka yang tenggelam, karena tidak mendengarkan peringatan. Bahwa Pantai Bajulmati tidak bisa digunakan untuk mandi, apalagi selfie dengan membelakangi laut. Karena ombak besar, bisa tiba-tiba datang,” jelasnya.
Sementara itu, sesuai data Malang Post, banyak foto selfie di tempat wisata membawa petaka,. Tak hanya di Pantai Bajulmati, namun juga di tempat wisata lain. Pada Agustus 2014 lalu, dua pemuda asal Desa Dilem, Kecamatan Kepanjen, juga hilang tenggelam di sungai saat foto selfie.
Kemudian awal Mei 2015 lalu, seorang mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM), juga mengalami musibah saat foto selfie. Ia jatuh terpeleset dan tenggelam saat selfie di Coban Tumpak Sewu, Desa Sidorenggo, Kecamatan Ampelgading. Akhir Maret 2015 lalu, dua pelajar SMK 13 Malang, juga tewas setelah jatuh terpeleset di air terjun Coban Baung, Purwodadi, Pasuruan ketika sedang asyik selfie.(agp/ary)