Polisi Buru Informasi di Dunia Hiburan

MALANG – Anggota reskrim Polres Malang Kota berburu ke dunia hiburan mencari identitas gadis bertato lumba-lumba yang diduga kuat sebagai korban pembunuhan. Pencarian tidak sekadar menyebarkan informasi ke Polsek se Malang Raya, tapi juga di berbagai tempat hiburan, baik itu tempat karaoke maupun club.
Sebelumnya memang tersiar kabar jika gadis misterius yang tewas mengenaskan ini bekerja sebagai Lady Companion (LC). Kasatreskrim Polres Malang Kota AKP Adam Purbantoro SIK mengatakan pihaknya, terus menyebarkan informasi penemuan mayat wanita bertato dua lumba-lumba di pinggang kirinya. Penyebaran informasi juga melalui pesan berantai. “Kami tetap berupaya untuk mendapatkan identitas korban dengan menyebarkan informasi ke seluruh tempat. Doakan saja, upaya kami ini membuahkan hasil,’’ kata Adam.
Sementara itu, kemarin proses otopsi berjalan lancar. Otopsi dilakukan oleh dr Wening Prastowo SpF. Otopsi dilakukan selama 3 jam, mulai pukul 09.00 WIB– 12.00 WIB.  Dengan selesainya proses otopsi dilakukan, mayat Mrs X ini pun akan segera dimakamkan. Menurut petugas Kamar Jenazah RSSA Malang, mayat tanpa identitas ini akan dimakamkan hari ini di TPU Polehan. “Proses otopsi sudah dilakukan tadi. Karena kondisi mayatnya membusuk, maka kemungkinan besar besok  dimakamkan,’’ kata petugas kamar jenazah RSSA Malang.
“Kami juga sudah menyebarkan informasi di sejumlah karaoke dan tempat hiburan. Tapi sejauh ini belum ada orang yang mengaku mengenal korban,’’ kata petugas.
Sebetulnya, sejak berita penemuan mayat ini diberitakan sudah ada warga yang datang melakukan pengecekan. Namun begitu hingga saat ini belum ada yang cocok. “Ada dua orang yang datang. Pertama dari Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Mereka melakukan pengecekan diantarkan oleh petugas Polsek Junrejo, karena anak gadisnya yang berusia 19 tahun pergi sejak Minggu (10/5) lalu belum pulang hingga sekarang,’’ imbuhnya.
Keluarga lain yang melakukan pengecekan mengaku dari Mergosono. Keluarga tersebut juga mengaku anak gadisnya yang berusia 22 tahun pergi belum kembali. Tapi begitu saat dicocokkan ternyata tidak sama dengan anggota keluarganya.
Selain tato lumba-lumba di pinggang belakang, juga ditemukan tato matahari di atas mata kaki kiri korban. Tato matahari itu ditemukan, saat proses otopsi yang dilakukan dokter forensik RSSA Malang, kemarin.  Bukan itu saja, di pipi kiri mayat tersebut juga terdapat  tahi lalat kecil.
“Ada tambahan gambar tato matahari, di mata kaki kiri bagian luar. Tato tersebut berdiametediater 6 centimeter,’’ kata salah satu sumber Malang Post.
Temuan gambar tato baru ini diharapkan bisa memberi petunjuk baru bagi petugas untuk menemukan identitas korban.
“Mayat ini ditemukan betul-betul tanpa identitas. Satu-satunya ciri-ciri yang bisa disebarkan, selain ciri-ciri adalah gambar tato yang menempel di tubuhnya,’’ ungkap sumber tersebut.
Ia mengatakan dengan temuan tato matahari ini praktis ada tiga tato di tubuh korban. Yaitu dua tato lumba-lumba di pinggang belakang dan satu tato matahari di atas mata kaki kirinya.
Sementara itu, untuk hasil otopsi, kendati tidak menyebutkan secara detail  sumber ini menyebutkan jika paru-paru korban tidak berisi air. Dengan begitu dipastikan, jika korban tewas saat masih di darat. Selain itu, saat meninggal korban dalam kondisi menstruasi. Kondisi tersebut dikuatkan dengan ditemukan pembalut (maaf, Red) di kemaluannya.
“Korban tidak diperkosa. Dia juga tidak sedang hamil,’’ kata sumber yang wanti-wanti agar namanya tidak dikorankan ini.  
Disinggung dengan bekas memar di leher korban, pria ini pun mengatakan itu adalah bekas cekikan. Dia pun menduga, cekikan inilah yang menyebabkan korban meninggal. (ira/ary)