Pembunuhan Gadis Bertato, Eks SPG Minuman

MALANG – Identitas Mrs X bertato lumba-lumba yang dibunuh dan dibuang di Jalan Ikan Kapap, akhirnya diketahui.  Mayat wanita yang diduga korban pembunuhan ini bernama Nurul Aini, 33 tahun, warga Jalan Bantaran Gg I RT05 RW01, Kelurahan Tulusrejo, Lowokwaru. Kemarin jenazah Nurul pun diambil keluarganya dari kamar jenazah RSSA Malang dan langsung dimakamkan di TPU Bantaran.  
“Iya itu kakak saya,’’ kata Ratna Dewi, adik korban. Ditemui Malang Post  kemarin, mata ibu empat anak ini tampak sembab. Dewi  (panggilan Ratna Dewi) yang mengaku tinggal di Jalan Sudimoro, Malang ini mengaku tidak menyangka, kakaknya meninggal secara tragis.  
“Dia itu orangnya baik, tidak pernah neko-neko. Memang dia tertutup tidak banyak cerita, tapi selama ini dia sangat perhatian dengan keluarga,’’ kata wanita yang ditemui Malang Post menggunakan jilbab warna merah marun ini.
Wanita 30 tahun ini juga mengatakan jika sebetulnya lokasi penemuan mayat kakaknya ini tidak jauh dari rumahnya. Bahkan jaraknya hanya 25 meter saja. Saat mayat Mrs X ini ini ditemukan Kamis (14/5) lalu dia beserta Kastawi suaminya dan empat anaknya sedang mengunjungi  rumah ibunya di Jalan Bantaran.
“Sebetulnya lokasi rumah dengan sungai saluran irigasi itu dekat. Tapi kata warga wajah mayatnya sudah tidak terlihat karena busuk,’’ katanya lirih.
Identitas Nurul sendiri terungkap diceritakan Dewi berawal dari foto yang ditunjukkan oleh Kaji Mul, warga Sudimoro. Minggu (17/5) lalu, Kaji Mul sempat memanggil Kastawi dan Dewi. Saat itu Kaji Mul menunjukkan foto-foto mayat Mrs X.
“Saya dipanggil Kaji Mul,  katanya mayat yang ditemukan ciri-cirinya sama dengan mbak Nurul, memiliki tato lumba-lumba di bagian belakang pinggangnya,’’ kata Dewi.
Entah ada berapa foto yang dilihatkan. Tapi yang jelas, saat itu Dewi dan suaminya tidak langsung percaya. Karena bisa jadi, ada orang lain yang memiliki tato yang sama. “Siang itu saya dan suami hanya setengah yakin, jadi kami pulang,’’ katanya.
Sekitar pukul 18.00 WIB, Kaji Mul kembali memanggil Kastawi dan Dewi. Bahkan  saat itu Kaji Mul mengajak keduanya untuk memastikan ke kamar jenazah. Entah alasan apa, keduanya menolak. Hingga akhirnya jam 21.00 WIB, petugas Polsekta Lowokwaru menelpon, dan membawa keduanya ke kamar jenazah RSSA Malang.
“Ada yang ke kamar jenazah, ada yang ke kantor polisi,’’ kata Kastawi.
Dewi baru yakin jenazah yang terbaring kaku di kamar jenazah itu adalah kakaknya, setelah melihat langsung. Tato yang tergambar di bagian belakang  pinggang korban salah satu yang membuktikan mayat tersebut adalah Nurul. Dewi juga melihat gigi korban. “Giginya persis gigi kakak saya. Tatonya baik di pinggang maupun di atas mata kaki kirinya sama,’’ katanya.
Dewi dan keluarganya semakin yakin Mrs X itu adalah Nurul setelah ada kecocokan sidik jari yang diambil petugas Polres Malang Kota dengan yang menempel pada ijazah SMP milik korban.
“Tadi pagi kami kembali ke kamar jenazah sambil membawa ijazahnya untuk dicocokkan sidik jarinya, dan ternyata sangat cocok,’’ kata Dewi sambil terisak.
Jenazah Nurul pun oleh keluarganya langsung diambil untuk kemudian dimakamkan. “Kami tidak mau menunggu. Setelah disalati, langsung dimakamkan,’’ urainya.
Dewi juga mengatakan jika Sutarmi, 59 tahun,  ibunya memiliki firasat. Firasat itu ada lima hari sebelum kakaknya ditemukan tewas.  “Saya tidak ada firasat, ibu yang ada,’’ katanya. Firasat tersebut datang melalui mimpi. ”Dalam tidurnya ibu bermimpi almarhum ayah saya datang bertemu dengan mbak Nurul,’’ tambah wanita ini.
Bukan itu saja, menurut Dewi ibunya juga sempat bermimpi rumahnya didatangi banyak orang. Tapi begitu, di kerumunan orang tersebut, Sutarmi tidak melihat Nurul. “Mimpi itu datang terus menerus. Tapi ibu saya tidak menyangka jika itu adalah firasat. Tahunya ya baru tadi malam itu,’’ katanya.
Lalu bagaimana keseharian Nurul, apakah dia memiliki musuh? Dewi menggelengkan kepala. Dia menceritakan, sebelum ditemukan tewas, Nurul sudah pergi dari rumah sejak 1,5 bulan lalu. Tidak jelas apa penyebab Nurul pergi dari rumahnya. Tapi menurutnya kemungkinan besar Nurul pergi adalah karena masalah keluarga.
“Kakak saya itu sudah menikah bulan 10 tahun 2014 lalu, dengan Kiki warga Sanan. Tapi begitu, sehari setelah menikah Kiki meninggalkan kakak saya,’’ katanya. Masalah inilah yang diduga Dewi menjadi beban Nurul. “Kakak saya juga punya sakit paru-paru,’’ tambah anak ke empat dari enam bersaudara ini.
Selama pergi, Nurul hanya satu kali menelpon ibunya, saat itu dia meminta uang Rp 100 ribu. Tapi saat itu Sutarmi tidak memberi. Sebaliknya, Sutarmi meminta Nurul pulang, dan dia berjanji untuk mengobatkan sakit paru-paru Nurul. “Itu saja telponnya. Setelah itu tidak berkomunikasi lagi,’’ urainya.
Karena lama tidak pulang inilah, Dewi pun tidak mengetahui pekerjaan Nurul. Hanya saja, dia mengatakan beberapa tahun sebelumnya Nurul sering diajak bekerja sebagai SPG. “Dulu kerjanya SPG an, mulai dari operator, minuman, permen dan lainnya. Tapi sekarang tidak tahu. Saya kan tidak tinggal satu rumah juga,’’ katanya.
Apakah betul Nurul bekerja sebagai Ladies Companion (LC)? Dewi menggelengkan kepala. “Saya tidak tahu. Yang pasti, saat beberapa kali saya menghubungi HP nya, nomornya sudah tidak aktif,’’ katanya.
Sementara itu, Kastawi  meminta polisi untuk cepat mengungkap pelaku pembunuhan terhadap kakaknya. Bahkan dia juga meminta pelaku dihukum seberat-beratnya. “Polisi bilang kakak saya dibunuh. Selain dicekik, mulut kakak saya juga disumpal kaos kaki. Selain itu juga ada luka memar di kepala bagian kanannya,’’ katanya.
Dia mengatakan, pelaku pembunuhan kakaknya adalah orang yang sadis, dan harus dihukum sangat berat.
Terpisah Kasatreskrim Polres Malang Kota AKP Adam Purbantoro SIK, mengatakan jika pihaknya masih melakukan pendalaman. Saat itu setelah identitas korban diketahui, tahap penyelidikannya adalah pemeriksaan saksi-saksi. “Kita masih meminta keterangan orang-orang terdekat korban, dan orang yang terakhir ketemu. Masih kami dalami semuanya,’’ katanya.
Tapi begitu, Adam mengatakan sudah mencurigai seseorang terkait kasus ini. Hanya saja, perwira dengan tiga balok dipundak ini enggan menyebutkan siapa orang yang dicurigai itu. “Tunggu saja, saat ini kami masih bekerja. Doakan pelakunya dapat terungkap secepatnya,’’ tandas Adam.(ira/ary)