Polisi Dituduh Siksa Tahanan

KEPANJEN – Kapolsek Kepanjen Kompol Sulistiyo Nugroho menghadapi sidang praperadilan perdana di PN Negeri Kepanjen, kemarin.  Sulistyo dituduh membiarkan anggota Polseknya menganiaya seorang tahanan. Praperadilan itu diajukan Dony Setiawan, tersangka dugaan pencurian, yang mengaku disiksa dengan cara diolesi cabai di alat vitalnya.
Sidang praperadilan itu, dipimpin hakim tunggal yakni H. A Ellion SH MH. Sedangkan pemohon menunjuk kuasa hukumnya Kusdaryono SH M.Hum. Kapolsek Kepanjen Kompol Sulistyo Nugroho, didampingi oleh kuasa hukumnya Iptu Sutiyo SH Mhum.
Sidang perdana itu, mengagendakan pembacaan tuntutan dari pemohon, yang dilakukan oleh Kusdaryono SH Mhum. Dalam pembacaan tuntutan itu, Kusdaryono membantah bahwa kliennya melakukan pencurian di rumah Sholeh.
“Klien kami telah dijebak oleh saudara Sholeh. Karena saudara Sholeh sebelumnya menyuruh klien kami datang ke rumahnya dengan cara melompat pagar. Sehingga, nampak klien kamu seperti melakukan pencurian. Sedangkan setelah masuk ke dalam rumah, klien kami dikeroyok oleh saudara Sholeh,” ujarnya membacakan tuntutan.
Usai persidangan, dia menyesalkan setelah kliennya dikeroyok dan kemudian di bawa ke Polsek Kepanjen, tidak dilakukan visum oleh penyidik yang memeriksanya. Padahal kliennya menjadi korban dari pengeroyokan tersebut.
Selain itu, Kapolsek Kepanjen Kompol Sulistyo Nugroho, diduga melakukan pembiaran. Sehingga kliennya mengalami penganiayaan di dalam tahanan. “Penganiayaan dilakukan kali pertama, pada 14 Maret 2015 lalu. Saat itu, Sholeh yang nota bene warga biasa masuk ke dalam tahanan dan menganiaya klien kami,” tuturnya.
Dijelaskannya, salah seorang petugas Polsek Kepanjen berinisial TM, diduga membuka sel tahanan secara sengaja, atas permintaan dari Sholeh. “Bagaimana bisa seorang warga sipil masuk ke dalam sel tahanan. Karena sel tahanan itu merupakan area dari tersangka dan petugas kepolisian yang akan melakukan pemeriksaan,” ungkapnya.
Lanjut dia, penganiayaan kedua terjadi pada tanggal 15 Maret 2015. Yakni salah satu penyidik Reskrim Polsek Kepanjen berinisial L, melakukan penganiayaan terhadap kilennya. Yakni L, masuk sel tahanan, kemudian melakukan pencekikan serta pemukulan terhadap Dony Setiawan. Menurutnya, dalam hal ini sekali lagi, Kapolsek melakukan pembiaran.
“Selain itu, Polsek Kepanjen juga melakukan penyitaan terhadap sepeda motor milik tersangka, tanpa disertai surat izin dari PN Kepanjen. Hal ini tentunya melanggar pasal 38 KUHAP tentang penyitaan barang bukti,” paparnya.
Sementara itu, Iptu Sutiyo SH Mhum mengatakan, apa yang dituduhkan oleh pemohon tersebut tidak benar adanya. “Proses penangkapan terhadap tersangka, sudah sesuai derngan peraturan. Terdapat laporan, dikuatkan oleh saksi dan temuan barang bukti,” ujarnya di tempat yang sama. Sedangkan tuduhan penganiayaan itu, juga dibantahnya.
“Yang diceritakan itu, tidak seusai. Hanya imajinasi dari tersangka dan kuasa hukumnya. Untuk mengetahui kebenarannya, bisa dilihat dalam sidang yang mengagendakan pembuktian,” paparnya. Sedangkan sidang selanjutnya  dengan jadwal tanggapan dari termohon, akan dilakukan pada hari Kamis (22/5) besok.
“Sidang praperadilan ini mempunyai jangka waktu paling lama satu minggu. Sehingga, prosesnya memang sangat cepat,” terang Hakim PN Kepanjen H. A Ellion SH MH.(big/ary)