Barang Bukti Sabu Rp 16 M Dimusnahkan

MALANG POST – Pemusnahan barang bukti narkoba terus dilakukan di wilayah Jatim. Jika sebelumnya Badan Nasional Narkotika Propinsi (BNNP) Jatim memusnahkan 2,3 kg sabu-sabu, Selasa (19/5) kemarin, ganti Polrestabes Surabaya yang melakukannya.
Jumlah sabu-sabu yang dimusnahkan Polrestabes Surabaya, tergolong cukup besar. Di depan para petinggi di Surabaya, pemusnahan 8.010.83 kg sabu-sabu mendapat apresiasi positif dari Kapolda Jatim dan Wali Kota Surabaya.
Mengingat volume sabu-sabu yang dimusnahkan cukup banyak, nilai komersialnya pun cukup fantatis yaitu mencapai Rp 16 miliar lebih. Sabu-sabu ini didapat dari beberapa kali penangkapan yang dilakukan jajaran Resmob Polrestabes Surabaya. ‘’Ini hasil kinerja jajaran Polda Jatim. Hari ini, Polrestabes Surabaya mememusnahan 8 kilogram sabu-sabu. Sebelumnya, Polres Tanjung Perak juga berhasil mengungkap 42 kilogram ganja. Ini patut kita apresiasi,’’ tandas Irjen Pol Anas Yusuf, Kapolda Jatim disela-sela acara pemusnahan, kemarin.
Selain Kapolda Jatim, ikut mendampingi pemusnahan antara lain Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Yan Fitri, Wali Kota Risma Triharini dan Kepala BNN Kota Surabaya, AKBP Suparti serta disaksikan pihak Kejaksaan. Secara bergantian mereka ikut melakukan pemusnahan barang bukti narkoba ke dalam mesin pemusnah.
Selain itu, agar pemusnahan lebih terbuka diundang pula puluhan tersangka kasus narkoba yang berhasil dibekuk Polrestabes Surabaya. Mereka dikumpulkan bergerombol sambil duduk dan tengan tetap diborgol.
Usai acara pemusnahan barang bukti narkoba, tiba-tiba Risma beraksi dengan mendatangi satu persatu pelaku narkoba dan tindak kriminal. Risma tampak serius tetapi santai menanyai satu persatu para tersangka. ‘’Kita terima kasih atas penangkapan pelaku-pelaku. Ini sebagai efek jera. Nanti kita akan komunikasikan, kalau pelaku narkoba masih anak-anak, kita akan tangani, Pemkot punya selter khusus menampung anak-anak pecandu,’’ ajak Risma didampingi Yan Fitri.
Sebelumnya, Risma juga sempat memberi pemahaman kepada para pelajar di Surabaya terkait bahaya narkoba. Saat itu, Risma juga mengaku menggandeng BNN untuk menangkal peredaran narkoba di lingkungan pelajar termasuk merehabilitasi para pecandu.
Sementara itu, selain melakukan pemusnahan, pihak Polrestabes Surabaya juga ungkap kasus 3 C (curat, curas, curanmor), judi dan premanisme yang dilakukan Satgas Premanisme dan Satgas Kejahatan Jalanan.
Menurut Kombes Pol Yan Fitri, hasil ungkap kasus ini, merupakan tindak lanjut Program 100 Hari Kapolri. ‘’Dari hasil tindak lanjut Program 100 Hari Kapolri ini, Polrestabes berhasil ungkap kasus 8 kilogram sabu, dan 982 kasus terdiri dari kasus 3 Cepu, perjudian dan premanisme. Untuk jumlah tersangka ada 1.021 orang yang berhasil kita amankan,’’ pungkas Yan Fitri. (has/udi)