Diiming-iming HP, ABG Dicabuli

MALANG – Mengaku kesal karena ditolak cewek yang kenal via Facebook, Misnali  melakukan penyimpangan seksual. Duda satu anak ini justru mencabuli, DSW, 14 tahun, warga Jalan Ki Ageng Gribik, yang notabene adalah seorang pria. Alhasil, bukannya nikmat yang didapat. Sebaliknya, warga Jalan Kecipir, Kedungkandang ini harus berurusan dengan pihak yang berwajib. Misnali ditangkap petugas, setelah orang tua DSW mengadukan perilaku tidak sesonohnya ke Polres Malang Kota.
“Peristiwa pencabulan terjadi Kamis (7/5) lalu di rumah tersangka. Sehari kemudian, tersangka berhasil ditangkap,’’ kata Kasubag Humas Polres Malang Kota AKP Nunung Anggraeni, saat jumpa pers kemarin.
Diuraikan oleh Nunung, pencabulan itu berawal saat DSW yang akan berangkat sekolah menunggu temannya di jalan tak jauh dari rumah tersangka. Kesempatan itu dimanfaatkan pria 44 tahun tersebut dengan menghampiri korban. “Tersangka MNL (Misnali) sempat bertanya kepada korban hendak kemana? Setelah dijawab akan ke sekolah, tersangka pun menawari untuk mengantar,’’ kata Nunung.
Ternyata, Misnali yang membonceng korban menggunakan motor Honda Revo ini tidak mengantarnya ke sekolah tempat korban menempuh pendidikan. Sebaliknya, pedagang bakso keliling ini justru membawa DWS pulang. Di rumahnya, Misnali sempat mengajak ngobrol DWS. Bahkan, saat itu Misnali juga memberikan satu unit ponsel. Alat komunikasi itu sengaja diberikan tersangka, setelah mengetahui DWS tidak memiliki ponsel. Bukan itu saja, saat ngobrol tersangka juga berjanji akan membiayai sekolah korban.
Korban yang cukup lugu ini senang dengan pemberian sekaligus janji Misnali. Dia sama sekali tidak menduga jika pemberian ponsel dan janji yang dilontarkan Misnali hanya tipu daya saja. Itu sebabnya, saat Misnali mengajaknya ke kamar, DWS pun menurut.
“Di kamar tersangka sempat memutar film porno, dilihat bersama-sama korban,’’ tambah perwira dengan tiga balok di pundak ini.
Di tengah asyik menonton film porno itulah tangan Misnali bergerilya, dengan melepas celana korban, dan melakukan perbuatan cabul. “Saat perbuatan cabul dilakukan, korban sempat menangis. Korban menangis karena takut terlambat ke sekolah,’’ jelas Nunung.  
Melihat korban terus menangis, Misnali tidak tega. Dia pun menyudahi perbuatannya, selanjutnya mengantar DWS ke sekolah. Dalam perjalanan menuju ke sekolah, Misnali meminta korban tidak menceritakan perbuatannya kepada siapapun.
Tapi sayang, permintaan Misnali ditolak oleh DWS. Terbukti, sepulang sekolah korban pun bercerita kepada keluarganya, yang selanjutnya melaporkan kejadian ini ke Polres Malang Kota. “Tersangka dikenakan pasal 82 UU RI no 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 5 tahun hingga 12 tahun penjara,’’ tandas Nunung. (ira/udi)