Warga Kromengan Ditahan di Polres Malang

Tersangka Wilhelmus Ommo dikawal anggota Satreskrim Polres Malang.

Pinjaman Fiktif
MALANG – Berdalih untuk mengejar target setoran yang terlalu tinggi, Wilhelmus Ommo, karyawan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Bima Talangagung, Kepanjen ini, nekat membobol uang koperasi tempatnya bekerja. Caranya membuat data pinjaman fiktif, dengan mencantumkan nama nasabah. Nilai uangnya sekitar Rp 20 juta.
Namun karena perbuatannya telah melanggar hukum, pria berusia 34 tahun, warga Desa Peniwen, Kromengan tersebut, harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan meringkuk di balik rutan Mapolres Malang. Ia ditangkap Selasa lalu, setelah ada laporan dari pihak KSP Bima.“Tersangka ini kami tangkap di rumahnya. Ia mengakui semua kesalahan yang dilakukannya,” kata Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat.
.Diterangkan Ommo, ia bekerja di KSP Bima tersebut sudah sejak tiga tahun lalu. Saat bekerja, awalnya tidak ada masalah. Ommo bekerja dengan disiplin, termasuk bisa memenuhi target setoran sebesar Rp 30 juta.
Namun lambat laun, Ommo mulai bertingkah. Itu setelah ia mulai merasakan sulitnya untuk mengejar target. Akhirnya untuk bisa memanuhi target, tersangka membuat nasabah fiktif.  Awalnya hanya beberapa nasabah saja yang namanya dipakai untuk pengajuan fiktif.
Tetapi setelah merasa aksinya tidak ketahuan, Ommo ketagihan hingga total sekitar 300 nasabah yang namanya catut. “Nasabah yang saya pakai namanya itu, adalah nasabah lama yang sudah tidak meminjam lagi. Besaran pinjaman tidak banyak, hanya Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu. Uangnya saya buat bayar hutang, dengan gali lubang tutup lubang. Total pinjaman sebetulnya hanya Rp 20 juta, tetapi bunganya yang banyak hingga total Rp 80 juta,” jelas Ommo.
Terungkapnya perbuatan Ommo ini, berawal dari pihak KSP Bima yang curiga karena banyak nasabah yang menunggak. Selanjutnya Ommo disuruh menagih pinjaman, namun dikatakan nasabah tidak ada di rumah. Karena curiga, akhirnya pihak KSP Bima menyelidiki sendiri. Ternyata nasabah yang diajukan fiktif, hingga dilaporkan ke Polres Malang.(agp/nug)