Raup Ratusan Juta, Makelar CPNS Dibui

Tersangka Rustam diinterogasi Kasatreskrim Polres Malang AKP Wahyu  Hidayat kemarin.

Beroperasi Sejak Tahun 2000
MALANG – Satreskrim Polres Malang, meringkus Rustam, warga Dusun Mentaraman, Desa Jatiguwi, Sumberpucung. Pria berusia 54 tahun ini, ditangkap karena melakukan penipuan. Modusnya mengaku bisa memasukkan korbannya sebagai PNS di Kabupaten Malang, dengan syarat menyetorkan sejumlah uang.
Ada empat orang yang menjadi korban penipuannya. Semuanya warga Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Pertama adalah Dovi Astoni, warga Desa Druju. Ia tertipu uang sebesar Rp 75,5 juta. Kedua Tukiman, warga Desa Harjokuncaran, tertipu uang Rp 39,9 juta.
Kemudian Ika Retna Yunita, warga Desa Sitiarjo, tertipu Rp 20,4 juta. Dan terakhir Mu’izzudin Hamam, warga Desa Harjokuncaran, tertipu uang sebesar Rp 36 juta. “Total dari keempat korban ini, uang yang telah diterima oleh tersangka sekitar Rp 175 juta,” ujar Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat.
Perwira dengan pangkat balok tiga ini mengatakan, bahwa tersangka ditangkap di rumahnya awal pekan lalu. Penangkapan Rustam, setelah proses penyelidikan sudah selesai. Termasuk keterangan beberapa saksi dan barang bukti yang menguatkan aksi penipuan.
“Laporan korban ini pada bulan April 2014 lalu. Semua korban tertipu saat pendaftaran CPNS pada 2014. Namun karena kami harus melengkapi berkasnya, maka baru awal pekan lalu tersangka ini kami tangkap di rumahnya. Ia kami jerat dengan tindak pidana penipuan,” jelas mantan Kasatreskrim Polres Tuban.
Sementara, dalam pemeriksaan penyidik, Rustam mengaku sudah sejak tahun 2000 lalu  beroperasi sebagai makelar. Tidak hanya memasukkan orang menjadi PNS, ia juga mengaku bisa memasukkan orang menjadi polisi dan sebagainya.
Pada tahun 2012 lalu, Rustam mengatakan berhasil memasukkan dua orang menjadi PNS di Pemkab Malang, untuk tenaga kesehatan dan guru. Kemudian 2013, juga berhasil memasukkan dua orang menjadi PNS di Blitar, juga di tenaga kesehatan serta guru.
“Saya memasukkan PNS lewat bantuan teman saya bernama Oky, warga Surabaya. Oky ini mengatakan pada saya, berprofesi sebagai wartawan. Namun wartawan apa dan tempat tinggalnya dimana, tidak tahu karena setiap ketemuan selalu di Terminal Bungurasih,” tutur Rustam.
Sedangkan empat korban yang melaporkan, mereka dijanjikan masuk PNS pada 2014. Rustam mengatakan, mengenal mereka dari seorang temannya bernama Muklis (Gus Muklis) warga Desa Harjokuncaran, Sumbermanjing Wetan. Kemudian setelah para korban diyakinkan bisa masuk PNS, mereka diminta mendaftar CPNS. Termasuk membayar sejumlah uang sebagai uang muka. Jika diterima menjadi PNS, keempatnya harus melunasi uang hingga total Rp 65 juta setiap orang.
Setelah empat orang mendaftar sebagai CPNS, Rustam meminta nomor pendaftarannya untuk diberikan kepada Oky. Namun saat pengumuman, ternyata keempatnya tidak diterima. Para korban yang merasa tertipu, akhirnya melaporkan Rustam ke polisi.“Uang dari keempat orang tersebut, habis saya gunakan untuk mencukupi kebutuhan keluarga, serta membayar hutang,” kata Rustam.(agp/nug)