Butuh Uang, Curi Motor Kakak Ipar

Tersangka RS, saat diperiksa oleh penyidik UPPA Satreskrim Polres Malang, kemarin

KEPANJEN - Remaja berusia 17 tahun, berinisal RS, warga Dusun Gentong RT 01 RW 02, Desa Purwosari, Kecamatan Singosari  harus mendekam di sel Polres Malang. Pasalnya, dia mencuri motor Yamaha Mio N 677 HC milik Anderas, kakak iparnya sendiri.
Ia  ditangkap petugas awal pekan kemarin di Jalan Raya Lawang  saat hendak menuju Pandaan, Pasuruan. “Tersanggka kami jerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian pemberatan. Ancaman hukumannya lima tahun kurungan penjara,” ungkap Kanit Idik IV Satreskrim Polres Malang, Iptu Sutiyo SH M.Hum kepada Malang Post.
Sutiyo menjelaskan, pelaku melakukan aksinya awal bulan Mei lalu. RS nekat walau tinggal serumah dengan kakak iparnya. Dia memanfaatkan keadaaan rumah yang sepi. Berbekal kunci bodong yang dimilikinya, RS  berhasil membuka kunci motor lalu membawa kabur ke Lawang.
“Kakak iparnya lalu melaporkan tersangka ke petugas Polisi  dan kemudian dilakukan penyelidikan,” terangnya.
Berdasarkan  hasil penyelidikan, pelaku sempat diketahui kabur ke Pasuruan. Pada hari Minggu (17/5) yang lalu, petugas mendapat  informasi tersangka berada di rumah salah seorang temannya di Lawang. Setelah dari rumah temannya dan hendak kembali ke Pandaan, Pasuruan, petugas bergegas menangkap tersangka.
“Karena masih di bawah umur,  tersangka diproses di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak,” tuturnya.
Di depan penyidik, pelaku  mengaku  nekat mencuri sepeda motor milik kakak iparnya sendiri lantaran butuh uang. Apalagi dia putus sekolah dan tak bekerja.
“Awalnya motor itu mau saya jual. Tapi dipakai teman saya di Pandaan,  Pasuruan. Tapi hingga saat ini belum dikembalikan,” tuturnya.  Setelah dibekuk Polisi, dia mengaku kapok melakukan kejahatan. (big/van)