Ganti Strategi, Batalkan Saksi Ahli

MALANG – Senin (25/5) depan, sidang praperadilan Kapolsek Kepanjen, Kompol Sulistyo Nugroho akan diputuskan. Pernyataan tersebut disampaikan hakim tunggal dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen, H. A Ellion SH, Jumat kemarin dalam sidang lanjutan.
“Karena sidang praperadilan ini membutuhkan waktu cepat yaitu hanya tujuh hari, maka sidang lanjutan pada Senin (25/5) agendanya adalah putusan,” ujar H. A. Ellion.
“Putusan yang kami bacakan nanti, adalah berdasarkan penilaian dari pembuktian, keterangan saksi serta alat-alat bukti surat yang ada. Termasuk dari pokok acara pembuktian dari pemohon,” sambungnya.
Sementara itu, sidang lanjutan praperadilan Kapolsek Kepanjen, kemarin agendanya meminta keterangan saksi ahli, yang akan dihadirkan oleh Kusdaryono SH, kuasa hukum pemohon Dony Setiawan. Namun saksi ahli batal dihadirkan. Sebagai gantinya, Kusdaryono menyerahkan beberapa surat sebagai tambahan bukti permohonan praperadilan.
“Saksi ahli batal kami hadirkan, karena kami mempunyai perhitungan lain dalam kasus ini. Kalau perkara klien kami nanti berlanjut, maka saksi ahli ini akan kami datangkan. Bukan karena kami tidak yakin menang dalam sidang praperadilan, tetapi ada strategi lain dari perkembangan kasus klien kami,” jelas Kusdaryono.
Surat yang disampaikan kepada Majelis Hakim, adalah bukti surat yang sebelumnya dilayangkan ke Kapolres Malang. Pertama adalah surat permohonan perlindungan hukum ketika terjadi penganiayaan. “Tujuannya saat itu, supaya penahanan klien saya dilimpahkan ke Polres Malang,” tuturnya.
Kedua adalah surat meminta pemeriksaan ulang atau gelar perkara atas kasus yang dialami kliennya. Surat ketiga adalah surat ke Kejaksaan Negeri Kepanjen, meminta untuk penghentian perkara. “Tiga surat itu, sebagai bukti tambahan kalau memang terjadi penganiayaan kepada klien saya,” katanya.
Sementara itu, Iptu Sutiyo, SH, M.Hum yang menjadi kuasa hukum dari termohon Kompol Sulistyo Nugroho, mengatakan bahwa pihaknya juga menyampaikan 21 alat bukti surat kepada Majelis Hakim. Salah satu bukti adalah foto-foto dari rekaman CCTV, tersangka Dony Setiawan melompat pagar, memakai helm serta mencongkel rumah.
“Kami juga menyertakan file asli rekaman CCTV. Alat bukti itu sudah cukup meyakinkan bahwa penetapan tersangka sudah memenuhi bukti yang cukup dan prosedur. Jadi tidak ada kesalahan dalam penangkapan Dony Setiawan,” jelas Sutiyo.(agp/aim)