Dua Motor Beradu, Empat Pemuda Tewas

MALANG - Ini pelajaran buat para pengendara sepeda motor yang sering ugal-ugalan. Minggu (24/5/15) dini hari kemarin, sekitar pukul 01.30 WIB, terjadi tabrakan maut di Jl Raya Sulfat, Purwantoro, Blimbing, Kota Malang. Peristiwa ini terjadi saat kondisi jalan sepi. Dua motor dari arah saling berlawanan saling bertubrukan.
Motor merk Satria FU bernopol N 3684 AB dikendarai oleh Rizki Singgih (21) melaju kencang dari Timur ke Barat. Motor yang dikendarai Rizki, saling bertabrakan dengan sepeda motor Revo Nopol N 6180 OV yang ditumpangi tiga pemuda, Dedy Dewantara (20), Abdul Malik (20) dan Marcel (17), ketiganya tidak memakai helm.
Dedy, Abdul dan Marcel merupakan saudara. Dedy dan Abdul adalah warga Dusun Sumbersari, Desa Cowek, kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Sedangkan Marcel adala warga Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Mereka bertiga bermaksud melihat Jaranan di Tumpang, Kabupaten Malang.
Sedangkan Rizki Singgih merupakan warga Dampit, Kabupaten Malang. Rizki diketahui baru selesai menghadiri sebuah acara kelompoknya. Berbeda dengan Dedy, Abdul dan Marcel, saat berkendara Rizky memakai helm.
Informasi yang dihimpun Malang Post dari para saksi mata, kedua pengendara ini melaju dengan kecepatan tinggi, sekitar 100 kilometer per jam. Saat berada tepat di depan Teras Bumbu Waroeng, keduanya bertabrakan. "Mereka terlalu ke tengah dan melaju dengan kecepatan tinggi. Saat bertabrakan bunyinya kencang, saya lagi di dalam rumah sampai kaget mendengar suara itu," ujar seorang saksi mata, Basuki (34).
Ketika keluar dari rumahnya, dia melihat Rizki sudah tergeletak di depan gerbang rumah yang ia tempati. Wajah Rizki rusak dan berlumuran darah, sementara salah satu kaki Rizki terpisah dari tubuhnya. "Kalau yang pakai satria kondisinya parah. Helmnya masih terpasang, tapi mukanya hancur. Saya tidak tahu kalau korban yang tiga orang. Saya hanya lihat yang satu," terang Basuki yang juga penjaga di Toko Sembako Mitra Berkat, tepat di sebelah tempat tinggalnya.
Saat peristiwa berlangsung, karyawan warung Nasi Goreng Jawa Sulfat yang berada hanya 20 meter dari lokasi kejadian ada di sana, yaitu Reo (22), Shodiq (17) dan Slamet (22). Ketiganya sedang bercengkerama dengan dua juru parkir, yakni Ukur (35) dan Imron (38).
Menurut keterangan Reo, salah satu penumpang Revo masih bernyawa setelah peristiwa itu. Korban yang belakangan diketahui adalah Abdul Malik ini langsung dibawa ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) untuk perawatan. Akan tetapi, pada Minggu subuh Abdul meninggal. Sedangkan dua penumpang lainnya, tewas di tempat.
"Dua korban ini kepalanya juga hancur . Salah satu korban mengalami kakinya putus," ujar Reo saat ditemui Malang Post kemarin siang. Dikemukakan, empat jenazah di gotong ke kamar jenazah RSSA sekitar 30 menit setelah kejadian berlangsung.
Sementara Shodiq menyatakan, saat peristiwa berlangsung sekitar 50 meter dari lokasi ada polisi sedang patroli. Polisi tersebut berpatroli lantaran Jl Raya Sulfat sering jadi ajang track-trackan para pembalap liar. Sabtu malam biasanya menjadi waktu mereka untuk berkendara ugal-ugalan.
"Dulu setiap malam minggu di sini jadi tempat balapan. Makanya sejak beberapa bulan lalu setiap malam minggu polisi selalu berjaga," katanya. Shodiq menambahkan, kalau di sana memang sering terjadi kecelakaan lalu lintas, namun ini yang terparah. "Kalau malam disini juga banyak pengendara yang ugal-ugalan, tidak memakai helm dan tidak menyalakan lampu. Kalau malam, kebut-kebutan," terangnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kanit Laka Lantas Polres Kota Malang Ipda Budi Yunaedi membenarkan peristiwa naas itu.  Budi mengaku belum bisa memastikan penyebab pasti dari peristiwa ini. Meski begitu, tetap ada dugaan bahwa kedua pengendara ini mengantuk. “Kami masih menyelidiki penyebab kecelakaan ini pasti,” katanya. (erz/nug)