Maling Motor Dihajar Massa

Redi Heryanto, satu dari tiga pencuri motor yang diamankan

MALANG – Satu dari tiga pencuri sepeda motor Suzuki Shogun N 4773 FS, babak belur dihajar massa. Mereka tertangkap tangan mencuri sepeda milik Tarno, 40 tahun, warga Jalan Permata, Dusun Melikan, Desa Gedog Kulon, Turen pada akhir pekan kemarin.
Dari tiga tersangka yang diamankan tersebut, satu diantaranya babak belur karena dihajar massa, yaitu Redi Heryanto, 19 tahun, warga Jalan Diponegoro, Desa Tanggung, Turen. Sedangkan dua tersangka lain, usianya masih di bawah umur. Bahkan keduanya masih tercatat sebagai pelajar SMP dan SMK.
Masing-masing berinisial DRJ, 14 tahun, warga Jalan RA Kartini, Desa Tanggung, Turen dan EP, 17 tahun warga Jalan Krajan, Desa Sepanjang, Gondanglegi. Sebagai barang bukti kejahatannya, polisi mengamankan sepeda motor Shogun yang dicuri serta Honda Supra yang dijadikan sebagai sarana untuk mencuri.
“Dua tersangka sudah kami limpahkan ke UPPA Polres Malang, karena usianya masih di bawah umur. Yaitu bernisial ERJ dan EP. Sedangkan satu tersangka lagi, masih kami periksa di Polsek Turen,” ujar Kapolsek Turen, Kompol Agus Guntoro.
Aksi pencurian yang dilakukan mereka ini, terjadi Minggu (24/5) dini hari sekitar pukul 00.30. Sebelum mencuri, mereka berangkat bersama tiga rekan lainnya dari Desa Tanggung. Dengan membawa dua sepeda motor masing-masing berboncengan tiga, mereka hendak melihat hiburan di Desa Tawangrejeni, Turen.
“Rencananya mau melihat kuda lumping, namun sampai dilokasi ternyata campursari. Keenamnya pun langsung balik kanan pulang. Tiga teman lainnya sudah pulang duluan,” urainya.
Sedangkan ketiga tersangka ini, memilih keliling dan berhenti di sekitar TKP, setelah melihat ada sepeda motor korban di parkir di teras. Mereka berhenti dan  berbagi tugas. Redi, berpura-pura buang air besar, DRJ berjaga di atas motor, sedangkan EP bertindak sebagai eksekutor.
Motor Shogun yang tidak dikunci ganda itu, dibawa kabur dengan dituntun sejauh 30 meter. Selanjutnya mereka berusaha menghidupkan mesinnya. Karena tidak bisa dinyalakan, mereka lalu membawa kabur motor dengan dituntun.
Korban Tarno yang mengetahui kalau motornya dicuri, mengikuti secara diam-diam langkah para pencuri. Begitu ada ditempat ramai, korban lalu berteriak maling dan mengundang reaksi warga sekitar. DRJ dan EP berhasil kabur dari kepungan massa, sedangkan Redi ditangkap dan dipukuli ramai-ramai. Baru setelah itu, bersama dengan barang bukti, mereka diserahkan ke petugas Polsek Turen.
“Untuk DRJ dan EP kami tangkap siang hari di rumah temannya. Mereka mengaku baru sekali mencuri. Alasannya motor tersebut akan dipakai sendiri,” jelasnya.(agp/aim)