Antisipasi Kebut-Kebutan, Polres Tingkatkan Patroli

MALANG – Kecelakaan maut di Jl Raya Sulfat, Purwantoro, Blimbing, Kota Malang yang menewaskan empat pemuda asal Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Malang, membuat Polres Malang Kota meningkatkan pengamanan di kawasan tersebut. Pasalnya, di kawasan tersebut memang sering dilalui pemuda yang berkendara dengan ugal-ugalan.
Kapolres Malang Kota, AKBP Singgamata menyatakan, kalau pihaknya akan melakukan patroli di kawasan tersebut. “Ya, kita akan laksanakan patroli di sana," ujar Mantan Kapolres Lumajang ini.
Informasinya, pengamanan di sekitar Jl Raya Sulfat mulai ditingkatkan sejak beberapa waktu lantaran banyak info yang masuk ke Polres Malang Kota kalau setiap malam Minggu selalu ada balap liar. Sejak saat itu, sejumlah petugas kepolisian berjaga di kawasan tersebut, tepatnya berada di dekat Taman Sulfat.
Seperti yang diungkapkan Zaenal (29). Pemilik warung Nasi Goreng Jawa Sulfat yang berdekatan dengan lokasi kejadian Minggu (24/5/15) dini hari lalu menyatakan, bahwa di sekitaran Jl Raya Sulfat, memang sering terjadi kecelakaan. Kendati demikian, kecelakaan maut pada Minggu dini hari itu memang kecelakaan terperah.
"Yang saya ingat ada dua kali kecelakaan. Kejadiannya malam hari waktu kondisi sepi. Tapi tidak sampai ada korban yang meninggal," ujar Zaenal. Pria berambut pendek ini menyatakan, di kawasan tersebut memang sering jadi ajang kebut-kebutan para pemuda yang mengendarai sepeda motornya.
Bahkan, beberapa kali dia melihat banyak sepeda motor yang dikendarai tanpa menghidupkan lampu depannya. Padahal, penerangan jalan di sekitar sana cenderung kurang. "Ini kadang-kadang meresahkan juga. Sudah tidak pakai lampu, helm, kadang mereka kebut-kebutan juga," terang Zaenal.
Sementara sampai saat ini, penyebab peristiwa tragis ini masih dalam proses penyelidikan oleh kepolisian. Saat ini, polisi sedang meminta keterangan dari sejumlah saksi mata yang menyaksikan langsung kejadian tersebut.
Kanit Laka Satlantas Polres Malang Kota Ipda Budi Yunaedi menyatakan, kemarin (25/5/15), polisi sudah memeriksa dua saksi yang berasal dari warga sekitar. Kedua saksi tersebut, dimintai keterangan mengenai kronologis kejadian
Pemeriksaan tersebut, dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti dari kecelakaan tersebut. Pasalnya, sampai saat ini masih belum diketahui jelas penyebab dari kecelakaan tersebut, meski ada dugaan kalau para pemuda ini mengantuk."Masih dalam rangka penyelidikan. Kita sudah memeriksa dua saksi dari warga sekitar," ujarnya.
Empat pemuda tewas seketika pada Minggu dini hari akibat dua sepeda motor yang melaju kencang dari arah saling berlawanan tabrakan. Keempat pemuda tersebut ialah Rizki Singgih (21), warga kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Rizki naik Satria FU Nopol N 3684 AB dan melaju dari Timur ke Barat.
Tiga lainnya adalah Dedy Dewantara (20) dan Abdul Malik (20), Warga Desa Cowek, kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, serta Marcel (17), warga kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Ketiganya naik Revo Nopol N 6180 OV tanpa memakai helm. (erz/ary)