Lima Mahasiswa PTS Diringkus

DARI INGGRIS : Kapolres Malang Kota AKBP Singgamata menunjukan barang bukti sembilan pot tanaman ganja
MALANG – Polres Malang Kota dikejutkan penemuan pot plastik berisi pohon ganja yang baru berusia 10 hari milik sekelompok mahasiswa salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Kota Malang. Menariknya, mereka mengaku bahwa  pohon ganja itu berasal dari bibit  ganja kering yang mereka beli dari Inggris.
Mereka adalah RHU (25), EAH (25) dan GS (22). Mereka diamankan Satreskoba Polres Malang Kota bersama dua tersangka lainnya, yaitu RA (32) dan FWS (33). Mereka berlima berada dalam satu jaringan. Dari tangan mereka, polisi mendapati bibit  ganja yang mereka simpan sendiri. Bibit  ganja dari Inggris ini, mereka beli melalui situs jual beli online.
Situs tersebut adalah Gorrila Cannabis Seeds. Setelah ditelusuri Malang Post lebih lanjut, situs ini memang merupakan situs asal  Inggris dan menjual berbagai macam benih ganja. Situs ini mengklaim dirinya menjual benih ganja lebih murah 10 persen dari harga normal. Sayangnya, situs ini bisa diakses oleh publik dengan leluasa.
Penangkapan lima tersangka ini bermula ketika polisi menggelar razia di sekitar kawasan Perumahan Permata Permai pada Sabtu (23/5/15) lalu. Sejumlah petugas merasa curiga ketika melihat RHU yang merupakan warga Jl Plaosan Barat, Blimbing, Kota Malang, membawa kardus berisi sembilan tanaman.
Saat itu, RHU membawa kardus tersebut bersama temannya, RA, warga Jl Ikan Piranha, Blimbing, Kota Malang dan FWS, warga Jl MT Haryono, Lowokwaru, Kota Malang. Kasatres Narkoba Polres Kota Malang AKP Maryono menyatakan para petugas baru mengetahui kalau tanaman tersebut tanaman ganja ketika RA kedapatan membawa ganja seberat 0,5 gram.
"Setelah ganja tersebut kami temukan, mereka baru mengaku bahwa itu tanaman ganja," jelas Maryono dalam gelar kasus di Mapolres Malang Kota, kemarin (25/5/15). Polisi juga mendapati FHS mengantungi satu plastik ganja. Ketiganya lalu dibawa ke tempat kost mereka.
Hasil pengembangan kasus dari tiga tersangka ini, lanjut Maryono, diketahui keterlibatan GS dan EAH. Mengetahuinya, polisi kemudian meringkus keduanya di sebuah warung makan di kawasan Merjosari, Lowokwaru, Kota Malang. "Hasil penggeledahan dari dua tersangka baru ini, GS kedapatam membawa 12,5 gram ganja, sedangkan EAH kedatapatan membawa satu bungkus plastik berisi benih ganja dan satu bungkus plastik ganja sekitar 3,09 gram," terangnya.
Keterangan yang dikorek polisi dari tersangka, para tersangka membeli ganja tersebut untuk diproduksi dan dikonsumsi sendiri. Saat kedapatan polisi membawa kardus berisi tanaman ganja itu, RHU dkk bermaksud membawanya ke daerah perumahan untuk ditanam di sana. Sebelumnya, pohon ganja tersebut di taruh di kost-kostan RHU.
Kapolres Malang Kota AKBP Singgamata sendiri, menilai kasus ini sebagai sinyal kuat bagi Polres Kota Malang untuk lebih waspada. Sebab, saat ini tindak pidana narkotika, terutama jenis ganja, sudah berubah.“Sekarang pelaku, pengedar maupun penjual narkoba, kini beralih menanam atau produksi. Ini jelas menghawatirkan” katanya. Sebab, lanjut dia, bila kejadian ini terus dibiarkan Kota Malang bisa jadi sarang produksi ganja.Dia mengatakan, kalau pihaknya bakal terus melakukan penyelidikan mengenai kasus ini. "Saya harap, pelaku penanam ganja dan jaringan penjual bibitnya harus segera ditangkap," pungkasnya. (erz/nug)