Tarif Short Time Rp 2 Juta

MALANG POST - AF (37) warga Kranggan V/30, RT 03 RW 01, Kelurahan Kranggan, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto ditangkap anggota Satreskrim Polres Mojokerto Kota. Tersangka ditangkap saat mengantar anak buahnya, WYN (20) menemui tamu di salah satu hotel di Kota Mojokerto.
Wakil Kepala (Waka) Polres Mojokerto Kota, Kompol Husain bin Abu Bakar mengatakan, tersangka merupakan penyedian jasa prostitusi online di Kota Mojokerto. "Dia selain sebagai EO hiburan, juga menyediakan perempuan yang bisa diajak kencan," ungkapnya, Rabu (27/05) kemarin.
Menurutnya, penangkapan tersangka setelah adanya informasi dari masyarakat satu bulan lalu. Setelah dilakukan penyelidiki di sejumlah hotel yang diduga digunakan sebagai tempat prostitusi, ditemukan tersangka bersama WYN warga Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto dan tamu laki-laki (35) berada di salah satu hotel.
"Ditangkap pada 20 Mei lalu di salah satu hotel di tengah Kota Mojokerto, saat digeledah ada sepasang laki-laki dan perempuan yakni WYN dan tamu laki-laki. Dia mengantar WYN menemui tamu laki-laki warga Dukuh Kupang Barat, Kota Surabaya," katanya.
Selain menangkap tersangka, anggota juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa sprai warna putih, handuk warna putih, tisu bekas pakai ada bercak sperma, handphone merk smartfren andromax warna hitam, handphone merk cross warna hitam silver serta uang transaksi sebesar Rp1,5 juta.
Modus yang digunakan AF (37) germo prostitusi online yakni melalui pesan di BlackBerry Messanger (BBM). Setelah kata sepakat dan dilakukan transaksi, AF mengantar anak buahnya ke hotel menemui pemesan. Pemesan jasa prostitusi online milik tersangka adalah laki-laki hidung belang.
"Caranya, pesan lewat BBM kemudian dilakukan transaksi, jika sudah ada kata sepakat maka AF mengantar anak buahnya menemui tamu laki-laki tersebut," ungkapnya.
Masih kata Waka, sebelum mengantar anak buahnya, AF sudah bertemu dengan calon pemesan dan melakukan transaksi. Jika calon pemesan sepakat dan membayar uang sesuai kesepakatan dengan AF, kemudian AF mengantar anak buahnya menemui calon pemesan di hotel yang sudah disepakati.
"AF mangkal di salah satu hotel dan menawarkan jasa kepada tamu yang ingin berkencan dengan anak buahnya. Yang jelas, AF memastikan dulu semua transaksi beres baru kemudian AF mengantar anak buahnya menemui tamu tersebut," katanya.
AF mengaku memiliki lima anak buah. Sekali kencan atau short time, antara Rp 1 juta hingga Rp 2 juta. AF mengaku baru dua bulan menjadi germo prostitusi online.
"AF mengaku punya lima anak buah dari berbagai profesi, mulai dari penyanyi (purel, red) hingga mahasiswi," terangnya.
AF menerima komisi setiap kali transaksi sebesar 20 persen dari nilai transaksi. Dari lima anak buah AF, dua sudah diperiksa sebagai saksi, sedangkan tiga lainnya sudah dilayangkan surat panggilan. (bjt/aim)