Polisi Ringkus Penipu WNA China

Kapolres Malang, AKBP Aris Haryanto, ketika menginterogasi tersangka Sigit Dwi Cahyono.

MALANG - Gerak cepat dilakukan Tim Reskrim Polres Malang. Tak butuh waktu lama setelah mendapat laporan dari warga negara asing (WNA), yang melapor menjadi korban penggelapan, polisi berhasil menangkap pelakunya. Tersangka ditangkap di rumah istri mudanya di Cigembor, Ciamis, Jawa Barat, awal pekan lalu.
Pelaku bernama Sigit Dwi Cahyono, 46 tahun, warga asal Lumajang. Sedangkan korban diketahui bernama Hu Rui, warga asal Tiongkok Cina.
"Tersangka Sigit ini, berhasil kami tangkap setelah melakukan proses penyelidikan cukup rumit. Saat kami amankan, ia mengakui semua perbuatannya," ungkap Kapolres Malang, AKBP Aris Haryanto.
Aksi penggelapan yang dilakukan seniman ini, terjadi 18 Mei lalu. Lokasinya di Jalan Desa Krebet, Kecamatan Bululawang. Sebelumnya, antara tersangka Sigit dengan korban Hu Rui, adalah teman. Mereka berkenalan lewat media sosial facebook sekitar sebulan lalu.
Dalam perkenalan itu, Sigit menawarkan pada korban untuk diajak jalan-jalan ke wilayah Indonesia. Korban yang memang memiliki hobi melancong, setuju dan sepakat janjian ketemuan pada bulan April  lalu.
Mereka bertemu di Pontianak. Dengan menggunakan kapal laut, keduanya menuju ke Natuna, Kepulauan Riau. Tujuannya untuk mencari batu akik. Setiba di Natuna, keduanya tinggal bersama di hotel selama lima hari. Setelah itu, kembali ke Jakarta dan berpisah di Pelabuhan Tanjung Priok.
Pada 18 Mei lalu, tersangka mengajak korban janjian lagi bertemu di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Tersangka mengajak jalan-jalan keliling Surabaya dan Malang.
Di Malang, tersangka mengatakan akan mengajak jalan-jalan ke tempat wisata Gunung Kawi, Wonosari. Namun ternyata korban diajak ke wilayah Desa Krebet Bululawang. Sampai di Jalan Raya Krebet, tersangka mengajak berhenti di depan salah satu rumah warga.
Sigit mengatakan kalau rumah tersebut milik saudaranya. Karena rumah kosong, korban diminta menunggu. Tersangka mengatakan mau mencari saudaranya, dengan membawa tas berisi barang-barang berharga milik korban. Diantaranya, beberapa data penting seperti paspor, beberapa kamera, handphone dan berbagai mata uang asing, total keseluruhan sekitar Rp 60 juta lebih.
Setelah beberapa jam ditunggu, tersangka tidak kunjung datang. Korban akhirnya ditolong oleh Arif Yulianto, 45 tahun, warga sekitar. Korban diantarkan ke Polres Malang untuk melaporkan penipuan dan penggelapan.
"Semula korban ini, tidak percaya kalau ditipu. Namun setelah saya yakinkan, akhirnya dia sadar dan mau melaporkan. Selama proses penyidikan di polisi, korban ini saya tampung di rumah sampai kasusnya selesai," jelas Arif Yulianto.
Berdasarkan laporan tersebut, polisi lalu menyelidiki dan memburu pelakunya. Hasilnya melalui penyelidikan yang cukup rumit, polisi berhasil menangkap Sigit. "Dia kami jerat dengan Pasal 372 KUHP, tentang penggelapan," sambung Kapolres Malang.
Sementara itu, dalam pemeriksaan tersangka Sigit mengaku baru sekali ini melakukan penggelapan. Dia mengatakan nekat menggelapkan barang milik korban, karena tergiur dengan seluruh harta korban. "Sebagian uang asing, sudah kami tukarkan rupiah sebanyak Rp 20 juta. Sebesar Rp 10 juta, sudah saya gunakan untuk keperluan pribadi," tutur tersangka Sigit.(agp/aim)