Siswi SMP Nyaris Jadi Korban Kebakaran

Rumah milik Muhammad Bukhori Thahir yang ludes terbakat

KARANGPLOSO – Muhammad Bukhori Thahir (51), warga Dusun Ngambon, Desa Girimoyo, Kecamatan Karangploso hanya bisa pasrah melihat kondisi rumahnya yang hangus terbakar. Rumah yang berada di kawasan pemukiman padat penduduk depan Pasar Karangploso itu, hampir rata dengan tanah.
Kebakaran yang terjadi Jumat pukul 13.00 WIB kemarin, ditengarai akibat pantulan sinar dari kaca yang membakar tumpukan kayu dan bambu yang berada di rumah Bukhori. Dalam rumah itu, ada keponakannya, seorang siswa SMP Aulia Putri. Untungnya bisa selamat dari amukan si jago merah.
 “Keponakan saya yang menghuni rumah ini sedang pergi ke luar kota, hanya anaknya saja Putri yang ada dalam rumah. Anak ini bilang waktu itu dia sedang nonton TV di ruang tamu, lalu lihat asap yang berasal dari balkon yang menghadap ke jalan,” jelas Hari, sapaan akrab Muhammad Bukhori Thahir kepada Malang Post, kemarin.
Dijelaskannya, Putri saat itu melihat ada asap masuk ke ruangannya, ia mendadak panik dan berteriak minta tolong ke tiga penghuni bangunan lantai pertama yang masih keluarganya sendiri. Karena tak mampu mengatasi api yang sudah terlanjur membesar. Mereka berlari ke luar mengarah ke jalan dan meminta pertolongan warga setempat
“Kebetulan saat itu saya sedang berada di bangunan ruko di depan, yang ada di pinggir jalan. Mendengar mereka minta tolong dan berlari dan membantunya. Warga yang merespon teriakan mereka juga keluar membawa ember berisi air untuk memadamkan api,” ungkapnya.
Kejadian itu langsung dilaporkan ke Polsek yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian dan menghubungi PMK.
“Pemadam kebakaran tiba dengan empat mobil pemadam,  20 menit setelah api membesar. Walaupun sebelumnya warga sempat membantu memadamkan. Saat itu api sudah memakan seluruh bagian dan isi rumah,” terangnya.
Jumlah total kerugian masih belum diketahui olehnya, menurut Hari yang terpenting adalah tidak ada korban jiwa walaupun seluruh perabot dan bangunannya habis menjadi arang.
“Bangunan yang terbakar sudah tak mampu lagi diselamatkan, jadi saya dan warga fokus menyelamatkan bangunan yang lain. Kami membawa keluar perabotan, berjaga jika api menyebar,” tambahnya.
Menurut Hari, ada dua kemungkinan penyebab kebakaran, yang pertama api karena korsleting listrik, atau karena terik sinar yang memantul dan  membakar tumpukan kayu serta bambu kering di balkon bangunan.
“Di balkon tepat disamping ruang tamu itu ada tumpukan kayu dan bambu, lalu juga ada kaca-kaca disitu, bisa jadi karena matahari dan panas, pantulan sinar dari kaca membakar tumpukan itu.” katanya. (mg11/aim)