Duit Ngamen Dipakai Judi, Kakek 65 Tahun Dijebloskan Penjara

MALANG – Masyarakat Kota Malang perlu berpikir dua kali kalau mau memberi uang ke pengamen. Pasalnya, tak selalu uang hasil ngamen mereka dibelikan untuk kebutuhan hidup. Seperti yang dilakukan Sutanto (65), warga Tajinan, Kabupaten Malang. Uang hasil ngamennya, digunakan untuk berjudi.
Sutanto berjudi bersama dua sopir Angkutan Kota (Angkot) di Terminal Arjosarim Patar (30) dan Rudi Prianto (38). Dia membawa modal sekitar Rp 45 ribu. Akan tetapi, saat tertangkap uangnya berkurang sekitar Rp 4.000. Sama halnya dengan Rudi yang mengalami rugi, modalnya sudah berkurang sekitar Rp 4.000.
Sedangkan Sutanto, adalah pemenangnya. Dia mendapat keuntungan dari kerugian yang dialami kedua rekan seperjudiannya. Tapi toh pada akhirnya, ketiganya tidak ada yang untung sama sekali. Polisi menangkap mereka dan menyita seluruh uang mereka sebesar Rp 45 ribu.
"Penangkapan berdasarkan penyelidikan dari petugas kami di sana. Saat penangkapan, mereka sedang bermain judi remi," ujar Kasubag Humas Polres Malang Kota AKP Nunung Anggraeni dalam ungkap kasus, kemarin (29/5/15).
Ditambahkan, penangkapan dilakukan pada 21 Mei 2015 pagi kemarin. Ketiganya saat itu main judi remi di salah satu warung di terminal Arjosari. Setiap putaran, mereka bertaruh Rp 2.000 sampai Rp 3.000. Tapi, baru tiga putaran, polisi sudah menangkap mereka.
Pengakuan tersangka kepada polisi, judi remi yang dilakukan mereka hanya sebatas teman ketika mereka berkumpul. Nunung mengatakan, tersangka mengaku tidak sering  melakukan judi tersebut. "Mereka melakukannya (judi remi) kalau setiap berkumpul, tapi tidak sering," tuturnya.
Para tersangka sendiri, memang bekerja di kawasan sekitar terminal.  Rudi dan Patar sering ngetem di terminal. Sedangkan Sutanto biasanya mengamen kepada para pengunjung terminal. Selain uang modal judi mereka, polisi juga menyita barang bukti berupa dua set kartu remi. "Tersangka terjerat pasal 303 KUHP dengan hukuman maksimal lima tahun penjara," pungkas Nunung. (erz)